Apakah situbanda yang di India adalah duplikasi situbanda di tanah jawa,untuk mengetahui jawaban
tersebut mari kita ikuti terus tulisan ini.
Begitulah singkat cerita tentang Kisah Ramayana, benar atau tidaknya masih dalam tahap penyelidikan.
Namun belakang ini banyak bukti-bukti yang mengarah pada pembenaran akan kisah tersebut,
diantaranya telah ditemukannya sebuah jembatan yang sangat unik di selat Palk antara India dan
Srilangka. Jembatan misterius ini telah menghubungkan dua buah daratan yaitu antara Manand Island
(Srilanka) dan Pamban Island (India). Sehingga ini pun dianggap sebagai bukti adanya jebatan dalam
kisah Ramayana tersebut.
Jembatan yang satu ini memang unik dan sangat jauh berbeda dengan jembatan-jembatan lain di dunia.
Keberadaannya tidak di darat melainkan di bawah air laut sekitar 1.5 meter. Keberadaan jembatan ini
baru akan nyata bila air laut sedang surut, khususnya tatkala bulan sedang tidak bersinar. Saat bulan tidak
bersinar air laut akan surut dan jembatan ini bisa dilihat dengan mata telanjang. Tapi bila sedang bulan
purnama penuh, air akan meninggi dan gelombang laut jadi besar sehingga jembatan sulit dilihat.
Sehingga sering disebut sebagai ―Mysterious Places in the World‘s―
Konstruksinya akan tampak lebih nyata bila kita lihat dari udara. Jembatan
yang panjangnya 18 mil atau sekitar 30 km dengan lebar hampir 100 m ini
tampak meliuk seperti seekor ular.
NASA (badan antariksa Amerika Serikat) beberapa kali telah mengambil
foto jembatan ini melalui pantauan udaranya. Dari gambar yang mereka
peroleh terlihat bahwa jembatan ini liku-liku konstruksinya terdiri dari
tumpukkan batu karang berbentuk balok ataupun tak beraturan. Namun satu
sama lain berdiri kokoh seperti dalam satu ikatan, yang tidak ada tanda-tanda
bekas kerusakan selama jutaan tahun.
Sampai sekarang para ahli arkeologi Sri Langka, tidak mengetahui berapa bobot tumpukan-tumpukan
konstruksi batu itu. Hubungan antara batu karang yang satu dengan yang lain sulit dibongkar, persis
seperti ikatan batuan di pyramid Mesir atau Tembok Cina. Kendati belum diketahui bobot timbangnya,
namun ditaksir tidak kurang antara 10 ton s.d. 20 ton setiap baloknya.
Diduga kuat usianya lebih tua dari pyramid-pyramid Mesir yang dibangun oleh Fir`aun. Kedua, meneliti
perkembangan antropologis jutaan tahun silam dan perkembangan kebudayaannya akan mengungkap
tabir pengetahuan terhadap masa lalu secara gamblang dan mengungkap lebih jauh seluruh aspek yang
secara baku sudah ada pada masanya. Secara lebih luas aspek tersebut, kini menjadi bahan dasar acuan
komprehensif, penelitian-penelitian para ahli dari berbagai disiplin ilmu di dunia.
Sekarang dari segi arkeologis, para peneliti mencari tahu siapa sebenarnya arsitek yang membangun
jembatan tersebut. Sebab dengan teknologi sekarang, pembangunan itu masih belum terjangkau oleh akal
manusia. Tak terbayangkan bagaimana orang-orang dahulu membangun sebuah jembatan yang kokoh
sepanjang 18 mil atau 30 km di atas permukaan laut yang cukup ganas ombaknya. Sebagaimana
gambaran pembangunannya yang terekam dalam kitab suci umat hindu ribuan tahun lalu. Batuan karang
yang rata-rata beratnya antara 10-20 ton itu tersusun rapi dan cukup kokoh hingga terbukti bisa menahan
gelombang laut yang ganas selama berabad-abad.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar