Minggu, 02 Oktober 2016

Hal 78

Pengaruh dalam budaya ,Beberapa babak maupun adegan dalam Ramayana dituangkan ke dalam
bentuk lukisan maupun pahatan dalam arsitektur. Wiracarita Ramayana juga terdapat dalam budaya
pewayangan di Nusantara, seperti misalnya di Jawa dan Bali. Selain itu di beberapa negara (seperti
misalnya Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos, Philipina, dan lain-lain), Wiracarita Ramayana diangkat
sebagai pertunjukan kesenian.
Ringkasan Cerita ,Wiracarita Ramayana menceritakan kisah Sang Rama yang memerintah di Kerajaan
Kosala, di sebelah utara Sungai Gangga, ibukotanya Ayodhya. Sebelumnya diawali dengan kisah Prabu
Dasarata yang memiliki tiga permaisuri, yaitu: Kosalya, Kekayi, dan Sumitra. Dari Dewi Kosalya,
lahirlah Sang Rama. Dari Dewi Kekayi, lahirlah Sang Bharata. Dari Dewi Sumitra, lahirlah putera
kembar, bernama Lakshmana dan Satrugna. Keempat pangeran tersebut sangat gagah dan mahir
bersenjata.
Pada suatu hari, Resi Wiswamitra meminta bantuan Sang Rama untuk melindungi pertapaan di tengah
hutan dari gangguan para rakshasa. Setelah berunding dengan Prabu Dasarata, Resi Wiswamitra dan Sang
Rama berangkat ke tengah hutan diiringi Sang Lakshmana. Selama perjalanannya, Sang Rama dan
Lakshmana diberi ilmu kerohanian dari Resi Wiswamitra. Mereka juga tak henti-hentinya membunuh
para raksasa yang mengganggu upacara para Resi. Ketika mereka melewati Mithila, Sang Rama
mengikuti sayembara yang diadakan Prabu Janaka. Ia berhasil memenangkan sayembara dan berhak
meminang Dewi Sinta, puteri Prabu Janaka. Dengan membawa Dewi Sinta, Rama dan Lakshmana
kembali pulang ke Ayodhya.
Prabu Dasarata yang sudah tua, ingin menyerahkan tahta kepada Rama. Atas permohonan Dewi Kekayi,
Sang Prabu dengan berat hati menyerahkan tahta kepada Bharata sedangkan Rama harus meninggalkan
kerajaan selama 14 tahun. Bharata menginginkan Rama sebagai penerus tahta, namun Rama menolak
dan menginginkan hidup di hutan bersama istrinya dan Lakshmana. Akhirnya Bharata memerintah
Kerajaan Kosala atas nama Sang Rama.
Rama hidup di hutan ,Dalam masa pengasingannya di
hutan, Rama dan Lakshmana bertemu dengan berbagai
raksasa, termasuk Surpanaka. Karena Surpanaka bernafsu
dengan Rama dan Lakshmana, hidungnya terluka oleh pedang
Lakshmana. Surpanaka mengadu kepada Rawana bahwa ia
dianiyaya. Rawana menjadi marah dan berniat membalas
dendam. Ia menuju ke tempat Rama dan Lakshmana
kemudian dengan tipu muslihat, ia menculik Sinta, istri Sang Rama. Dalam usaha penculikannya, Jatayu
berusaha menolong namun tidak berhasil sehingga ia gugur.
Rama yang mengetahui istrinya diculik mencari Rawana ke Kerajaan Alengka atas petunjuk Jatayu.
Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Sugriwa, Sang Raja Kiskindha. Atas bantuan Sang Rama,
Sugriwa berhasil merebut kerajaan dari kekuasaan kakaknya, Subali. Untuk membalas jasa, Sugriwa
bersekutu dengan Sang Rama untuk menggempur Alengka. Dengan dibantu Hanuman dan ribuan
wanara, mereka menyeberangi lautan dan menggempur Alengka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar