Minggu, 02 Oktober 2016

Hal 77

Dewi Sri dalam kepercayaan masyarakat Indonesia ,Dewi Sri diperkirakan sebagai sisa pada
kepercayaan masyarakat Indonesia masa kuno yang mampu bertahan menghadapi perubahan sosial dan
agama. Pemujaan Dewi Sri diperkirakan berasal dari pemujaan Bhagawati Tara Dewi oleh para petani.
Dalam salah satu wujudnya, Bhagawati Tara bermanifestasi sebagai Vasundhari
atau Vasundharini. Ia digambarkan bertubuh kuning sambil memegang setangkai
padi yang menguning.
Sunda Wiwitan ,Sunda Wiwitan adalah agama atau kepercayaan pemujaan
terhadap kekuatan alam dan arwah leluhur (animisme dan dinamisme) yang
dianut oleh masyarakat tradisional Sunda. Akan tetapi ada sementara pihak
yang berpendapat bahwa Agama Sunda Wiwitan juga memiliki unsur monoteisme
purba, yaitu di atas para dewata dan hyang dalam pantheonnya terdapat dewa
tunggal tertinggi maha kuasa yang tak berwujud yang disebut Sang Hyang Kersa
yang disamakan dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Penganut ajaran ini dapat ditemukan di beberapa desa di provinsi Banten dan Jawa
Barat, seperti di Kanekes, Lebak, Banten; Ciptagelar Kasepuhan Banten Kidul, Cisolok, Sukabumi;
Kampung Naga; Cirebon; dan Cigugur, Kuningan. Menurut penganutnya, Sunda Wiwitan merupakan
kepercayaan yang dianut sejak lama oleh orang Sunda sebelum datangnya ajaran Hindu dan Islam.
Ajaran Sunda Wiwitan terkandung dalam kitab Sanghyang siksakanda ng karesian, sebuah kitab yang
berasal dari zaman kerajaan Sunda yang berisi ajaran keagamaan dan tuntunan moral, aturan dan
pelajaran budi pekerti. Kitab ini disebut Kropak 630 oleh Perpustakaan Nasional Indonesia.
Berdasarkan keterangan kokolot (tetua) kampung Cikeusik, orang Kanekes bukanlah penganut Hindu
atau Buddha, melainkan kepercayaan yang berbeda. Hanya dalam perkembangannya kepercayaan orang
Kanekes ini telah dimasuki oleh unsur-unsur ajaran Hindu, dan hingga batas tertentu, ajaran Islam.Dalam
Carita Parahyangan kepercayaan ini disebut sebagai ajaran "Jatisunda".
Mitologi dan sistem kepercayaan ,Kekuasaan tertinggi berada pada Sang
Hyang Kersa (Yang Mahakuasa) atau Nu Ngersakeun (Yang
Menghendaki). Dia juga disebut sebagai Batara Tunggal (Tuhan yang
Mahaesa), Batara Jagat (Penguasa Alam), dan Batara Seda Niskala (Yang
Gaib). Dia bersemayam di Buana Nyungcung. Semua dewa dalam konsep
Hindu (Brahma, Wishnu, Shiwa, Indra, Yama, dan lain-lain) tunduk kepada
Batara Seda Niskala.
Ramayana ,Dalam bahasa Sanskerta: , Rāmâyaṇa; yang berasal dari kata
Rāma dan Ayaṇa yang berarti "Perjalanan Rama") adalah sebuah cerita
epos dari India yang digubah oleh Walmiki (Valmiki) atau Balmiki.
Ramayana terdapat pula dalam khazanah sastra Jawa dalam bentuk kakawin
Ramayana, dan gubahan-gubahannya dalam bahasa Jawa Baru yang tidak semua berdasarkan kakawin
ini.
Dalam bahasa Melayu didapati pula Hikayat Seri Rama yang isinya berbeda dengan kakawin Ramayana
dalam bahasa Jawa kuna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar