Minggu, 02 Oktober 2016

Hal 61

Suku Tengger tidak seperti pemeluk agama lain nya pada umumnya, memiliki candi-candi sebagai tempat
peribadatan, namun bila melakukan peribadatan bertempat di punden, danyang dan poten.
Poten merupakan sebidang lahan di lautan pasir sebagai tempat berlangsungnya upacara Kasada. Sebagai
tempat pemujaan bagi masyarakat Tengger, poten terdiri dari beberapa bangunan yang ditata dalam suatu
susunan komposisi di pekarangan yang dibagi menjadi tiga mandala/zone.
Pura Luhur Poten di kaki Gunung Bromo
1. Pertama.
Mandala Utama disebut juga jeroan yaitu tempat pelaksanaan pemujaan
persembahyangan. Mandala itu sendiri terdiri dari Padma berfungsi
sebagai tempat pemujaan Tuhan Yang Maha Esa. Padma bentuknya serupa
candi yang dikembangkan lengkap dengan pepalihan, tidak memakai atap yang terdiri dari bagian kaki
yang disebut tepas, badan/batur dan kepala yang disebut sari dilengkapi dengan Bedawang, Nala,
Garuda, dan Angsa.
Bedawang Nala melukiskan kura-kura raksasa mendukung padmasana, dibelit oleh seekor atau dua
ekor naga, garuda dan angsa posisi terbang di belakang badan padma yang masing-masing menurut
mitologi melukiskan keagungan bentuk dan fungsi padmasana.
Bangunan Sekepat (tiang empat) atau yang lebih besar letaknya di bagian sisi sehadapan dengan
bangunan pemujaan/padmasana, menghadap ke timur atau sesuai dengan
orientasi bangunan pemujaan dan terbuka keempat sisinya. Fungsinya untuk
penyajian sarana upacara atau aktivitas serangkaian upacara. Bale Pawedan
serta tempat dukun sewaktu melakukan
pemujaan.
Kori Agung Candi Bentar, bentuknya mirip
dengan tugu kepalanya memakai gelung
mahkota segi empat atau segi banyak
bertingkat-tingkat mengecil ke atas dengan
bangunan bujur sangkar segi empat atau sisi banyak dengan sisi-sisi
sekitar depa alit, depa madya atau depa agung. Tinggi bangunan dapat berkisar sebesar atau setinggi tugu
sampai sekitar 100 meter memungkinkan pula dibuat lebih tinggi dengan memperhatikan keindahan
proporsi candi.
2. Kedua.
Mandala Madya disebut juga jaba tengah, tempat persiapan dan pengiring upacara terdiri dari Kori
Agung Candi Bentar, bentuknya serupa dengan tugu, kepalanya memakai gelung mahkota segi empat
atau segi banyak bertingkat-tingkat mengecil ke atas dengan bangunan bujur sangkar, segi empat atau
segi banyak dengan sisi-sisi sekitar satu depa alit, depa madya, depa agung.
Bale Kentongan, disebut bale kul-kul letaknya di sudut depan pekarangan pura, bentuknya susunan
tepas, batur, sari dan atap penutup ruangan kul-kul/kentongan. Fungsinya untuk tempat kul-kul yang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar