Penulis berkesimpulan bahwa Candi yang saat ini bernama Borobudur adalah candi Asli Budaya
Nusantara tidak berasal dari Peradaban atau ajaran yang ada di India,hal tersebut bisa kita lihat jelas dari
arca sosok yang tengah melakukan tapa semadi,perhatikan di setiap bagian belakang dari kepala selalu
tergambar Matahari,posisi arca tersebut adalah posisi ritual untuk mencapai
tingkatan yang tersebut di atas.
Juga perhatikan dua sosok orang tua yang melayang di atas pertapa
tersebut,mengapa sosok tersebut bisa melayang,dalam bahasan di bawah
tentang Borobudur kita akan temukan nanti ,siapa sosok tersebut yang bisa
melayang kaitan apa dengan Saba yang bisa memendekan jarak dengan terbang
melayang,juga tentang Mukjizat yang di berikan kepada Sulaiman bisa
menguasai Angin.
Ajaran Sunda berlandas kepada sifat bijak-bajik Matahari yang menerangi dan membagikan cahaya
terhadap segala mahluk di penjuru Bumi tanpa pilih kasih dan tanpa membeda-bedakan. Matahari telah
menjadi sumber utama yang mengawali kehidupan penuh suka cita, dan tanpa Matahari segalanya
hanyalah kegelapan. Oleh sebab itulah para penganut ajaran Sunda berkiblat kepada Matahari (Sang
Hyang Tunggal) sebagai simbol ketunggalan dan kemanunggalan yang ada di langit, dan kiblat agama
Sunda itu bukan diciptakan oleh manusia.
Sundayana menyebar ke seluruh dunia, terutama di wilayah Asia, Eropa, Amerika dan Afrika, sedangkan
di Australia tidak terlalu menampak. Oleh masyarakat Barat melalui masing-masing kecerdasan kode
berbahasa mereka ajaran Matahari ini diabadikan dalam sebutan SUNDAY (hari Matahari), berasal dari
kata ―Sundayana‖ dan bangsa Indonesia lebih mengenal Sunday itu sebagai hari Minggu.
Di wilayah Amerika kebudayaan suku Indian, Maya dan Aztec pun tidak terlepas dari pemujaan kepada
Matahari, demikian pula di wilayah Afrika dan Asia, singkatnya hampir seluruh bangsa di dunia
mengikuti ajaran leluhur asli Nusantara yang berlandaskan kepada tata-perilaku berbudhi dengan
rasa―welas-asih‖ (cinta-kasih). ajaran yang berkiblat kepada kebijakanMatahari
Jejak keberadaan ajaran agama Sunda yang kemudian berkembang hingga saat ini terekam dalam
kebudayaan masyarakat Roma (kerajaan Romawi) yang menetapkan tanggal 25 Desember sebagai ―Hari
Matahari‖ (Sunday) yaitu hari pemujaan kepada Matahari (Sunda) dan kini masyarakat Indonesia lebih
mengenalnya sebagai hari ―Natal‖.
Oleh bangsa Barat (Eropa dan Amerika) istilah Sundayana‗dirobah‘ menjadi Sunday sedangkan di
Nusantara dikenal dengan sebutan ―Surya‖ (Bangsa Arya) yang berasal dari tiga suku kata yaitu Su-RaYana, bangsa Nusantara memperingatinya dalam upacara ―Sura‖ (Suro) yang intinya bertujuan untuk
mengungkapkan rasa menerima-kasih serta ungkapan rasa syukur atas ―kesuburan‖ negara yang telah
memberikan kehidupan dalam segala bentuk yang menghidupkan; baik berupa makanan, udara, air, api
(kehangatan), tanah, dan lain sebagainya.
Pengertian Surayana pada hakikatnya sama saja denganSundayana sebab mengandung maksud dan
makna yang sama.
- SU = Sejati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar