Pada Prasasti Canggal kita dapat kan beberapa Poin kata kunci yaitu pada tahun 732 Masehi
Sanjaya berkuasa, pemujaan di lakukan kepada Dewa Siwa,Dewa Brahma, dan Dewa Wisnu.hal
ini menjelaskan bahwa Sanjaya bukan beragama Buddha.
Perlu di ingat pula Dewa yang di sebut di atas adalah Dewa yang bukan versi Hindu tapi versi asli
kepercayaan Nusantara,hal ini bisa di tegaskan dengan penghormatan Sanjaya kepada Sanna di
ibarat kan seperti Matahari.( Bait 10 – 11 )
Didalam Hindu Versi India dan Buddha tidak di temukan ikonografi atau symbol Matahari
sebagai sesuatu yang tinggi dalam pemujaan.
Pada Bait 7 tertulis Di Pulau itu didirikan Candi Siwa ,di sini kata ―didirikan ―mempunyai arti
maksud telah didirikan atau juga bukan akan didirikan ,yaitu kata penghormatan kepada
nenek moyang terdahulu,yang juga menjelaskan bahwa Nenek moyang kami dari masa terdahulu
sudah membangun candi megah ini.Ini adalah bahasa Prestise .
Bahasa bergengsi yang berusaha mengangkat derajat diri si pemberi pengumuman dengan
menyebutkan salah satu kehebatan terdahulunya ,bahwa dari dahulu ,keturunan kami sudah
hebat.begitu yang ingin di sampaikan pada arti kata tertulis Di Pulau itu didirikan Candi Siwa.
Sedangkan pada Bait 1 : Pembangunan Lingga oleh Raja Sanjaya di atas gunung.
Di sini Sanjaya menjelaskan bahwa Ia menandai candi yang sudah ada dengan membuat tanda
sebuah Batu Lingga,Lingga adalah batu tegak yang mempunyai arti symbol maskulinitas atau
kejantanan bagi se orang Pria.
Jadi kesimpulan yang kita dapat melalui Prasasti Canggal adalah,Pengumuman Sanjaya bahwa Ia
adalah penguasa Universal di Kerajaan Mataram dengan memproklamirkan dan menandainya
melalui pendirian tanda berupa Batu Lingga pada sebuah Candi.
Yang bermaksud juga sebagai isyarat bahwa kemakmuran dan kebesaran nya telah ada pada
peradaban besar nenek moyang terdahulu di tanah Jawa.dan saya adalah penerus dari nenek
moyang yang hebat sejak zaman dahulu dengan bukti candi ini yang besar,saya keturunan nya
akan merawat warisan leluhur kami,ini saya tandai komitment untuk merawat ,dengan menancap
kan batu Lingga di muka candi.begitu kira kira maksud nya Sanjaya.
2. Prasasti Kayumwungan atau Prasasti Karang Tengah,26 Mei Tahun 824 M .
Prasasti Kayumwungan adalah sebuah Prasasti pada lima buah penggalan batu yang di temukan
di dusun Karang Tengah,Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.Prasasti ini di tulis dengan
Aksara Jawa Kuna dengan mempergunakan dua Bahasa.
Baris pertama sampai 24 dalam bahasa Sansekerta ,Tertulis Samaratungga dengan anak nya
Pramodawardhani,Sebagai Raja dan Putranya .
Kita bisa menafsirkan dari dua maksud dalam tulisan Prasasti tersebut yaitu Pada Tulisan yang
berbahasa Sansekerta ( Bahasa Asing bagi masyarakat Jawa ) Menerangkan tentang Raja dan
Putrinya ,dengan bahasa Sansekerta yaitu bahasa Pengumuman kepada Asing atau Bahasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar