Minggu, 02 Oktober 2016

Hal 118

Nama Mpu Palar tertulis dalam Prasasti Gandasuli Tahun 832 M,yaitu Dang Karayan Patapan Sida
Busu Pelar gelar terakhir Mpu Palar adalah Haji.
Untuk mengungkap tentang Candi Borobudur dan Candi lain nya kita dapat fahami dari beberapa
Prasasti ,Adapun tentang Prasasti yang ada dan tertulis tentang Tahun nya tidak berarti sebuah Candi di
bangun pada tahun tersebut ,walaupun pada Prasasti tersebut tertulis kata dengan apa yang di fahami dan
di duga sebagai nama sebuah candi.
Untuk Tulisan dan Aksara serta bahasa pada prasasti kita dapat mengetahui masa di tulis nya juga ,sebuah
pengkabaran tentang sesuatu yang tertera di prasasti tersebut ,Berkenanaan dengan candi dan prasasti kita
bisa amati dari penulisan nya serta bahasa .
Pemahaman banyak sejarawan terdahulu terdapat bias dan kabur dalam meng artikan antara kata
Merawat dan Membangun pada tulisan yang terdapat di Prasati,di sini penulis coba menafsirkan nya
yaitu :
1. Prasasti Canggal juga di sebut Prasasti Sanjaya atau Prasasti Gunung Wukir,Yang di temukan di
halaman Candi Gunung Wukir di Desa Kadiluwih,Kecamatan Salam ,Magelang ,Jawa
Tengah.Prasasti berbentuk Candra Sengkala terrtulis angka 654 Saka atau 732 Masehi,di tulis
pada stela batu menggunakan Aksara Palawa dan bahasa Sansekerta.
Prasasti ini di pandang sebagai pernyataan diri Raja Sanjaya pada tahun 732 M,sebagai
penguasa universal dari Kerajaan Mataram Kuno,Prasasti ini menceritakan tentang Lingga
atau lambang Siwa di desa Kunjarakunja,Tertulis pula tentang Raja awal yaitu
Sanna,kemudian di gantikan oleh Sanjaya anak Sannaha saudara perempuan Sanna.
Terjemahan Bebas Prasasti sebagai berikut :
Bait 1 : Pembangunan Lingga oleh Raja Sanjaya di atas gunung.
Bait 2 – 6 : Pujaan terhadap Dewa Siwa,Dewa Brahma, dan Dewa Wisnu.
Bait 7 : Pulau Jawa yang sangat makmur,kaya akan tambang emas dan banyak menghasilkan
Padi,Di Pulau itu didirikan Candi Siwa demi kebahagiaan penduduk dengan bantuan dari
penduduk Kunjarakunjadesa.
Bait 8-9 : Pulau Jawa yang dahulu di perintah oleh Raja Sanna,yang sangat bijaksana,adil
dalam tindakan nya,perwira dalam peperangan,bermurah hati kepada rakyat nya.Ketika wafat
Negara berkabung,sedih kehilangan pelindung.
Bait 10 – 11 : Pengganti Raja Sanna yaitu putranya bernama Sanjaya yang di ibaratkan
Matahari.Kekuasaan tidak langsung di serahkan kepadanya oleh Raja Sanna tetapi melalui
kakak perempuan nya ,Sannaha.
Bait 12 :Kesejahteraan,Ke amanan, dan Ketentraman Negara,Rakyat dapat tidur di tengah
jalan,tidak usah takut akan pencuri dan penyamun atau akan terjadi kejahatan lain nya,Rakyat
hidup serba senang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar