Dhararindra sebagai Raja Jawa telah berhasil menaklukan kerajaan Sriwijaya termasuk daerah bawahan
nya di semenanjung Malaya.
Prasasti Ligor adalah prasasti yang berisi puji pjian untuk dirinya sebagai penjelmaan WISNU.ada
perbedaan pemahaman antara sejarawan Coedes dan Slamet dalam pengertian Maharaja Wisnu yaitu
anggapan Maharaja Wisnu adalah ayah dan Maharaja Wisnu adalah diri nya sendiri Dhararindra.
Yang menjadi catatan besar dalam bahasan di atas adalah kata WISNU dalam ajaran Budha tidak di
temukan kata Wisnu ,kata yang selalu akarab dengan SIWA yaitu pemahaman dan palsafah asli
nusantara, ajaran Bijak sang pemberi cahaya yaitu ajaran bijak sang Matahari dengan Siwa sebagai
pengejewantahan nya.di sini jelas bahwa Raja Dharanindra, Raja dari Wangsa Sailendra di tanah Jawa
yang memerintah778 – 782 M Menganut ajaran asli Nusantara.jadi bagaiman se orang Raja akan
membangun Candi yang di anggap candi Buddha sementara dia sendiri penganut ajaran Siwa,apalagi di
ketahui dari prasasti nya tentang puji pujian terhadap diri terlihat jelas.
Kesimpulan yang di dapat terhadap Raja Dharanindra adalah,beliau seorang penganut ajaran Siwa di
ketahui dengan istilah Wisnu,dan Borobudur ada sebelum Wangsa Sailendra ada,hal ini adalah tempat
peribadatan bahkan monument agama Siwa,yaitu agama asli Nusantara ajaran Bijak sang pemberi cahaya
ajaran sang Matahari sebagai kiblat dengan Siwa sebagai pengejewantahan nya.
2.Samaragrawira , Jawa 782 – 792 M.
Dalam Prasasti Kelurak 782 M,di sebutkan bahwa Samaragrawira indentik dengan Rakai
Warak,adalah putra dari Dhararindra,dan dalam prasasti Nalanda Samaragrawira mempunyai putra
Balaputradewa,BerdasarkanPrasasti Kayumwungan 824 M,Samaragrawira mempunyai putra
Samaratungga dan ia mempunyai putri Pramowardhani. tentunya mempunyai palsafah yang tidak beda
dengan pendahulunya yaitu pemahaman dan palsafah asli nusantara, ajaran Bijak sang pemberi cahaya
yaitu ajaran bijak sang Matahari dengan Siwa sebagai pengejewantahan nya.di sini jelas bahwa Raja
Dharanindra ia mempunyai keturunan putri Pramowardhani berkeyakinan sama dengan pendahulunya
ber Agama Siwa,Bukan Buddha dan tidak membangun Bororbudur.
3.Samaratungga ,Jawa 792 – 840 M
Sri Maharaja Samarottungga adalah Raja Kerajaan Medang dari wangsa Syailendra,Menikahi Dewi
Tara putri Dharmasetu penguasa Sriwijaya terdahulu dan mempunyai putra Balaputradewa dan
Pramodhawardhani.
Pramodhawardhani menikah dengan Rakai Pikatan putra Sri Maharaja Rakai Garung atau Mpu
Palar,Raja kelima Kerajaan Medang.tertuang dalam Prasasti Kayumwungan atau Prasasti Karang
Tengah,26 Mei Tahun 824 M .
Dalam Prasasti Kayumwungan tertuliskan dalam Dua Bahasa,bahasa Sansekerta bagian pertama,Bahasa
Jawa Kuno Bagian Kedua,Pada Bagian Kedua ini yang berbahasa Jawa Kuno Di keluarkan oleh Rakai
Patapan Mpu Palar,Tertulis Sima Swatantra yaitu menghadiahkan beberapa Desa untuk merawat
Candi,Juga Prasasti Jinalaya yang berisi cara merawat Cand
Tidak ada komentar:
Posting Komentar