Dunia.Juga sebagai bahasa yang di anggap bergengsi pada masa itu / Pada masa sekarang bisa di
sebut Bahasa Inggris.
Baris kalimat yang berbahasa Jawa Kuna ,menyebutkan bahwa pada 10 Krenapaksa bulan
Jyestha tahun 746 Saka atau 824 Masehi,Rakai Patapan Pu Palar meresmikan tanah sawah di
Desa Kayumwungan menjadi tanah Sima atau tanah Perdikan daerah bebas Pajak. tertulis juga
kalimat Jinalaya,Wenuwana dan tersirat pengertian suatu tempat untuk menempatkan abu
jenazah ― Raja Indra ―.
Pada Baris tersebut tertulis juga kalimat Jinalaya,Wenuwana Mengapa pada Bagian ini di tulis
dengan bahasa Jawa atau bahasa lokal ,Karena ini di peruntukan untuk orang Lokal yang akan
merawat ,Jadi pengertian Jinalaya condong kepada tata cara merawat tidak membangun,karena
jika di tafsirkan membangun apa guna nya di umumkan kepada khalayak umum jika baru
renacana apalagi dalam bahasa Sansekerta,Kata Wenuwana atau Hutan Bambu adalah
menjelaskan posisi atau tempat candi yang sudah ada.
― Raja Indra ― adalah sebutan dengan bahasa penghormatan untuk para raja yang akan wafat dan
abunya di tempat kan di candi, kata ―Indra‖ mempunyai pengerian cahaya,yaitu personifikasi
manusia yang melaksanakan pengabdian dan perlambang wakil dari sang pemberi Cahaya,yaitu
sang Matahari.
Inti dari isi Prasasti Kayumwungan adalah :
Deklarasi Perawatan Kamulan Bumishambara oleh Mpu Palar atau Samaratungga kepada
Pramodawardhani.dengan menetapkan Sima Swatantra yaitu menghadiahkan beberapa Desa
untuk merawat Kamulan Bumishambara. Mpu Palar atau Samaratungga Juga menetapkan
Jinalaya , Jinalaya adalah sebutan untuk prosesi atau tatacara merawat Candi.
Bahasa sekarang adalah SOP untuk Maintenan Candi,Standar Of Procedure perawatan candi.
3. Prasasti Tri Tepusan ,Prasasti dari masa Kerajaan Mataram Kuno Tahun 842 M Menyebut
Tokoh Sri Kahulunan yang telah menetapkan beberapa Desa sebagai daerah untuk merawat
tempat suci Kamulan I Bumishambara ( Nama asli Borobudur ).
4. Prasasti Shivagrha,Prasasti yang bertuliskan angka 778 saka atau 856 Masehi,di keluarkan oleh
Dyah Lokapala setelah berakhirnya pemerintahan Rakai Pikatan.Prasasti ini menyebutkan
deskripsi kelompok Candi Agung yang di persembahkan untuk Dewa Siwa.
Prasasti Shivagrha Prasasti ini menjelaskan pada kita bahwa yang di maksud kelompok candi
Agung adalah candi candi yang berada di sekitar Candi Pramabanan,jadi jelas bahwa candi candi
tersebut di peruntukan untuk Dewa Siwa, adalah candi asli Nusantara.
5. Prasasti Nalanda ,Prasati ini terdapat di Nalanda,Bihar India bertuliskan angka 860,Penafsiran
terhadap Prasasti ini adalah :Sri Maharaja di Suwarnadwipa,Balaputradewa anak
Samargrawira cucu dari Sailendravamsatilaka ( Mustika keluarga Sailendra ) dengan julukan
Sriviravairimathana ( Pembunuh Pahlawan Musuh ),Raja Jawa yang menikah dengan Tara
putra Dharmasetu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar