Minggu, 02 Oktober 2016

Hal 121

Prasasti Nalanda,adalah bukti bahwa Wangsa Sailendra berkuasa sampai ke India,kita telah
ketahui bahwa Agama Siwa adalah agama yang di anut oleh wangsa atau Dinasti Sailendra,hal
inilah yang menjadi dasar penulis berkesimpulan ,Bahwa agama Hindu di India adalah bermula
dan berpangkal dari ajaran luhur Nenek moyang Nusantara, yaitu agama asli Nusantara ajaran
Bijak sang pemberi cahaya ajaran sang Matahari sebagai kiblat dengan Siwa sebagai
pengejewantahan nya.melakukan Pujaan terhadap Dewa Siwa,Dewa Brahma, dan Dewa Wisnu.
Pada Prasasti yang menyebutkan nama yang sama Kamulan I Bumishambara pada Prasasti
Kayumwungan atau Prasasti Karang Tengah,26 Mei Tahun 824 M .dan Prasasti Tri Tepusan
Tahun 842 M,Pada prasasti yang bertuliskan angka tahun yang berbeda pasti tentunya
menjelaskan bukan tahun Pembuatan ,kita bisa ambil kesimpulan dua Tokoh Raja tersebut
menyatakan Deklarasi Perawatan.
Kita bisa ambil kesimpulan dari beberapa Prasasti yang di jelaskan di atas yaitu,Bahwa
keterangan Tahun tertulis bukan menjelaskan angka tahun Pendirian Candi,tapi angka Tahun di
mana saat Deklarasi se orang Raja kepada Bangunan Megah yaitu candi untuk merawat nya,jika
di tafsirkan angka tahun yang tertera di Prasasti adalah angka Pendirian hal ini tidak mungkin.
Kesimpulan sudah kita dapat bahwa :Borobudur tidak di bangun oleh wangsa Syailendra dan
bukan di buat oleh arsitek GunaDharma.
Tiga candi serangkai
Selain Borobudur, terdapat beberapa candi di kawasan ini. Pada masa penemuan dan pemugaran di awal
abad ke-20 ditemukan candi lainnya yaitu Candi Mendut dan Candi Pawon yang terbujur membentang
dalam satu garis lurus.Awalnya diduga hanya suatu kebetulan, akan tetapi berdasarkan penduduk
setempat, dulu terdapat jalan berlapis batu yang dipagari pagar langkan di kedua sisinya yang
menghubungkan ketiga candi ini.
Ketiga candi ini (Borobudur-Pawon-Mendut) memiliki kemiripan langgam arsitektur dan ragam
hiasnya dan memang berasal dari periode yang sama yang memperkuat dugaan adanya keterkaitan ritual
antar ketiga candi ini. Keterkaitan suci pasti ada, akan tetapi bagaimanakah proses ritual keagamaan
ziarah dilakukan, belum diketahui secara pasti.
Selain candi Mendut dan Pawon, di sekitar Borobudur juga ditemukan beberapa peninggalan purbakala
lainnya, diantaranya berbagai temuan tembikar seperti periuk dan kendi yang menunjukkan bahwa di
sekitar Borobudur dulu terdapat beberapa wilayah hunian. Temuan-temuan purbakala di sekitar
Borobudur kini disimpan di Museum Karmawibhangga Borobudur, yang terletak di sebelah utara candi
bersebelahan dengan Museum Samudra Raksa.
Tidak seberapa jauh di sebelah utara Candi Pawon ditemukan reruntuhan bekas candi yang disebut Candi
Banon. Pada candi ini ditemukan beberapa arca yang di anggap dewa-dewa dalam keadaan cukup baik
yaitu Shiwa, Wishnu, Brahma, serta Ganesha. Akan tetapi batu asli Candi Banon amat sedikit ditemukan
sehingga tidak mungkin dilakukan rekonstruksi. Pada saat penemuannya arca-arca Banon diangkut ke
Batavia (kini Jakarta) dan kini disimpan di Museum Nasional Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar