Minggu, 02 Oktober 2016

Hal 122

Meletusnya Gunung Merapi diduga sebagai penyebab utama diterlantarkannya Borobudur,Borobudur
tersembunyi dan terlantar selama berabad-abad terkubur di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik yang
kemudian ditumbuhi pohon dan semak belukar sehingga Borobudur kala itu benar-benar menyerupai
bukit. Alasan sesungguhnya penyebab Borobudur ditinggalkan hingga kini masih belum diketahui.
Bangunan suci ini disebutkan secara samar-samar sekitar tahun 1365, oleh Mpu Prapanca dalam
naskahnya Nagarakretagama yang ditulis pada masa kerajaan Majapahit. Ia menyebutkan adanya "Wihara
di Budur". Selain itu Soekmono (1976) juga mengajukan pendapat populer bahwa candi ini mulai benar￾benar ditinggalkan sejak penduduk sekitar beralih keyakinan kepada Islam pada abad ke-15.
Arsitektur
Borobudur merupakan mahakarya seni rupa Indonesia, sebagai contoh puncak pencapaian keselarasan
teknik arsitektur dan estetika seni rupa di Jawa. Bangunan ini dipercaya merupakan kelanjutan unsur
lokal; struktur megalitik punden berundak atau piramida bertingkat yang ditemukan dari periode
prasejarah Indonesia. Sebagai pemujaan kepada leluhur.
Konsep rancang bangun
 Ada tiga macam alam dalam kepercayaan Asli Nusantara seperti disebutkan dalam mitologi Sunda
Wiwitan :
1. Buana Nyungcung: tempat bersemayam Sang Hyang Kersa, yang
letaknya paling atas
2. Buana Panca Tengah: tempat berdiam manusia dan makhluk
lainnya, letaknya di tengah
3. Buana Larang: neraka, letaknya paling bawah
Antara Buana Nyungcung dan Buana Panca Tengah terdapat 18 lapis alam yang tersusun dari atas ke
bawah. Lapisan teratas bernama Bumi Suci Alam Padang atau menurut kropak 630 bernama Alam
Kahyangan atau Mandala Hyang. Lapisan alam kedua tertinggi itu merupakan alam tempat tinggal Nyi
Pohaci Sanghyang Asri dan Sunan Ambu.
Sang Hyang Kersa menurunkan tujuh batara di Sasaka Pusaka Buana. Salah satu dari tujuh batara itu
adalah Batara Cikal, paling tua yang dianggap sebagai leluhur orang Kanekes. Keturunan lainnya
merupakan batara-batara yang memerintah di berbagai wilayah lainnya di tanah Sunda. Pengertian
nurunkeun (menurunkan) batara ini bukan melahirkan tetapi mengadakan atau menciptakan.
Hal inilah yang mendasari penulis bahwa candi Borobudur itu bukan candi Hindu atau Budha,ini
merupakan tempat ritual pemujaan kepada sang Dewa Ra,dewa Matahari di mana pada bagian atas
candi yang di susun atas kesamaan bentuk hamper di semua candi besar yaitu Punden Berundak,sedang
kan proses penyempurnaan candi Borobudur yang terdiri atas tiga susun adalah berdasarkan tiga tahapan
Buana yaitu :
1. Buana Nyungcung: tempat bersemayam Sang Hyang Kersa, Bagian letaknya paling atas Candi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar