2. Buana Panca Tengah: tempat berdiam manusia dan makhluk lainnya, Bagian tengah Candi.
3. Buana Larang: neraka, letaknya paling bawah,Dasar Candi
Sekali lagi penulis tegas kan bahwa candi candi di jawa tidak berasal dari Hindu atau Budha yang
berasal dari India,tapi candi candi yang ada di tanah Jawa adalah candi yang di buat oleh nenek
moyang kita sendiri.
Filosofi , Paham atau ajaran dari suatu agama senantiasa mengandung unsur-unsur yang tersurat dan yang
tersirat. Unsur yang tersurat adalah apa yang secara jelas dinyatakan sebagai pola hidup yang harus
dijalani, sedangkan yang tersirat adalah pemahaman yang komprehensif atas ajaran tersebut. Ajaran
Sunda Wiwitan pada dasarnya berangkat dari dua prinsip, yaitu Cara Ciri Manusia dan Cara Ciri
Bangsa.
Buana Larang: neraka, letaknya paling bawah,Dasar Candi
Dasar denah bujur sangkar berukuran 123 metres (404 ft) pada tiap sisinya. Bangunan ini memiliki
sembilan teras, enam teras terbawah berbentuk bujur sangkar dan tiga teras teratas berbentuk lingkaran.
Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi
candi. Pada bagian kaki asli yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 160 panel cerita
Karmawibhangga yang kini tersembunyi. Sebagian kecil struktur tambahan di sudut tenggara disisihkan
sehingga orang masih dapat melihat beberapa relief pada bagian ini. Struktur batu andesit kaki tambahan
yang menutupi kaki asli ini memiliki volume 13.000 meter kubik.
Buana Panca Tengah: tempat berdiam manusia dan makhluk lainnya, Bagian tengah Candi.
Empat undak teras yang membentuk lorong keliling yang pada dindingnya dihiasi galeri relief. Lantainya
berbentuk persegi.Area ini terdiri dari empat lorong dengan 1.300 gambar relief. Panjang relief
seluruhnya 2,5 km dengan 1.212 panel berukir dekoratif.
Aslinya terdapat 432 arca di dalam relung-relung terbuka di sepanjang sisi luar di pagar langkan.Pada
pagar langkan terdapat sedikit perbedaan rancangan yang melambangkan peralihan dari ranah , pagar
langkan paling rendah dimahkotai ratna, sedangkan empat tingkat pagar langkan diatasnya dimahkotai
stupika (stupa kecil). Bagian teras-teras bujursangkar ini kaya akan hiasan dan ukiran relief.
Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas
dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Pada pelataran
lingkaran terdapat 72 dua stupa kecil berterawang yang tersusun dalam tiga barisan yang mengelilingi
satu stupa besar sebagai stupa induk.
Buana Nyungcung: tempat bersemayam Sang Hyang Kersa, Bagian letaknya paling atas Candi.
Stupa kecil berbentuk lonceng ini disusun dalam 3 teras lingkaran yang masing-masing berjumlah 32, 24,
dan 16 (total 72 stupa). Dua teras terbawah stupanya lebih besar dengan lubang berbentuk belah ketupat,
satu teras teratas stupanya sedikit lebih kecil dan lubangnya berbentuk kotak bujur sangkar. Patungpatung ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar