Temuan tersebut membuktikan kepada kita jika di masa sebelum masehi, di zaman para nabi-nabi, pelautpelaut Nusantara telah melanglang buana menyeberangi samudera dan menjalin hubungan dengan warga
dunia lainnya. Bahkan Dick-Read meyakini jika sistem pelayaran, termasuk perahu-perahu, dari para
pelaut Nusantaralah yang menjadi acuan bagi sistem dan bentuk perahu banyak negeri-negeri lain di
dunia. Keyakinan ini diamini oleh sejumlah arkeolog dan sejarawan senior seperti Dr. Roland Oliver
(Sumber: Moyang Indonesia Ekspor Cengkeh, Kayu Manis dan Kapur Barus ke Fir‘aun)
Sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumber bekalan emas untuk membina negara kota
Kerajaan Nabi Sulaiman AS (sekitar tahun 950 SM), diambil dari sebuah kerajaan purba di Timur
Jauh yang dinamakan Ophir. Kemungkinan Ophir berada di Pulau Sumatera, yang dikenal sebagai
―Pulau Emas‖ atau dalam bahasa sanskrit bernama ―Swarna Dwipa‖ (Suvarnadvipa). Bahkan menurut
informasi Pusat Kerajaan Minangkabau terletak di tengah-tengah galian emas. Emas-emas yang
dihasilkan kemudian diekspor dari sejumlah pelabuhan, seperti Kampar, Indragiri, Pariaman, Tikus,
Barus, dan Pedir .
Berdasarkan data arkeologis di atas, kepulauan Nusantara pada sekitar 600 SM, telah terdapat pusatpusat perdagangan, baik itu di pulau Sumatera sampai ke Maluku. Diduga Queen Amuhia, bertempat
tinggal di salah satu Pusat Perdagangan ini, untuk menemani kedua orang tuanya, yang menjadi konsul
perdagangan bangsa Medes di Nusantara.
Amuhia, Leluhur Seribu Raja
Perkawinan antara King Nebuchadnezzar II dan Queen Amuhia, melahirkan seorang putera dan tiga
orang puteri. Berdasarkan penyelusuran Genealogy, melalui zuriat salah seorang cucunya, yang bernama
Nidintu-Bel (Prince) of Babylon (Nebuchadnezzar III of Babyon), kelak akan lahir para penguasa baik di
negeri timur maupun barat. Berikut keturunannya (anak laki-laki) yang menjadi raja-raja di Nusantara:
Maharaja Nusirwan ‗Adil, Leluhur Raja-Raja Melayu (Anushirvan/King Khosrow I ―The Just‖ of Persia)
bin Maharaja Kibad Syahriar (Kavadh I of Persia) bin Firuz II of Persia bin Yazdagird II of Persia bin
Bahram V of Persia bin Yazdagird I of Persia bin Shapur III of Persia bin Shapur II ―The Great‖ of Persia
bin Ifra Hormuz binti Vasudeva of Kabul bin Vasudeva IV of Kandahar bin Vasudeva III of Kushans bin
Vasudeva II of Kushans bin Kaniska III of Kushans bin Vasudeva I of Kushans bin Huvishka I of
Kushans bin Kaniska of Kushanastan bin Wema Kadphises II of Kunhanas bin Princess of Bactria binti
Calliope of Bactria binti Hippostratus of Bactria bin Strato I of Bactria bin Agathokleia of Bactriai binti
Agathokles I of Bactriai bin Pantaleon of Bactria bin Sundari Maurya of Magadha binti Princess of
Avanti binti Abhisara IV of Avanti bin Abhisara III of Pancanada bin Abhisara II of Taxila bin Abhisara I
of Taxila bin Rodogune Achaemenid of Persia binti Artaxerxes II of Persia bin Darius II of Persia bin
Andia (Andria) of Babylon (menikah dengan Artaxerxes I of Persia) binti Nebuchadnezzar IV of Babylon
bin Nidintu-Bel (Prince) of Babylon (Nebuchadnezzar III of Babyon) bin Princess of Babylon binti Queen
Amuhia.
Setelah pendudukan oleh ras Australoid, maka ras Kaukasoid datang meliputi bangsa Elamo-Dravida .
4000 SM hingga 6000 SM dan Indo-Arya 2000 SM hingga 1500 SM dan Mongoloid Sino-Tibet
bermigrasi ke India. Bangsa Elamo-Dravida ada kemungkinan berasal dari Elam, kini merupakan
wilayah Iran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar