Dan melalui penyelusuran Genealogy juga, kita dapat saksikan bahwa Raja Iskandar Zulqarnain
(Alexander III of Macedonia), Zulqarnain (Cyrus II of Persia) danNabi Sulaiman sebagai Leluhur Bangsa
Melayu, adalah sebuah kenyataan dan bukan sekadar angan-angan.
Dalam bahasan buku ini ada pertanyaan untuk apa dan kenapa keturunan Sulaiman ada di
Nusantara,jawaban yang tepat adalah karena penaklukan Sulaiman terhadap Ratu Saba di Nusantara
Queen Amuhia (Istri Nabuchadnezzar II) adalah putri Nusantara
Kita sering menemukan hasil penelitian dari ahli sejarah, yang bercerita tentang leluhur nusantara. Ada
yang memperkirakan mereka berasal dari India, Cina, Asia Tengah dan sebagainya. Tahukah anda, jika
bangsa-bangsa di dunia ini ternyata berkemungkinan mengalir darah Jawa (Melayu) Melalui Penelusuran
Genealogy, fakta sejarah ini bisa dibuktikan.
Kisah ini bermula pada peristiwa sekitar tahun 600 SM, ketika Nebuchadnezzar II (King of Babylon),
mengirimkan beberapa ekspedisi ke wilayah Timur, yang tujuannya untuk mengambil pohon-pohon besar
serta benih-benih bunga pilihan, untuk kemudian di tanam di Taman Tergantung Babylon.
Inisiatif pembuatan Taman Bergantung ini, dilakukan dalam upaya untuk mengobati kerinduan
Permaisuri Amuhia, kepada suasana kampung halamannya (Sumber: Alter Terahsia Bangsa Melayu V).
Para pakar sejarah mencatat, Queen Amuhia (630-565 SM) merupakan keluarga King Cyaxares of The
Medes (690-585 SM). Memperhatikan jarak usia keduanya, sekitar 60 tahun, kuat dugaan Queen
Amunia, adalah cucu dari King Cyaxares. Ayah dari Queen Amunia, adalah seorang Pangeran dari
bangsa Medes, yang juga merupakan saudara King Astyages of The Medes (660-550 SM).
Untuk dipahami, wilayah Medes berada di daerah sekitar Persia (Iran), yang keadaan alamnya, kurang
lebih mirip dengan Babylon (Irak). Jadi sangat mengherankan pendapat yang menyatakan, Queen Amuhia
merindukan suasana di Medes, terlebih lagi lokasinya tidak seberapa jauh dari Babylon.
Lokasi kampung halaman Queen Amuhia masih penuh misteri. Beberapa sejarawan menduga, kampung
halaman yang dimaksud tidak lain adalah Tanah Jawa (Nusantara), yang berada nun jauh disana serta
penuh dengan pepohonan dan beraneka ragam bunga. Sehingga mengapa ada seorang Princess dari
Medes, bisa bertempat tinggal di Jawa (Nusantara)
Mungkinkah ibunda Queen Amuhia, adalah puteri dari negeri Melayu? Jawabannya yaitu; karena Queen
Amuhia (Amytis of Media), sedari kecil telah akrab dengan suasana tropis di negeri yang subur, di
kampung halaman ibunya.
Prof. Giorgio Buccellati, seorang arkeolog senior dari University of California-Los Angeles (UCLA),
yang saat itu terkagum-kagum dengan sebuah temuannya. Ia menemukan sebuah porselen cekung, yang
di atasnya terdapat fosil sisa-sisa tumbuhan cengkeh. Buccellati saat itu tengah melakukan penggalian di
atas tanah bekas rumah seorang pedagang yang berasal dari masa 1.700 SM di Terqa, Eufrat Tengah.
Sebagai pakar, Buccelatti mengetahui jika cengkeh hanya bisa hidup di satu tempat di muka bumi, yakni
di Nusantara (Kepulauan Maluku). Temuan inilah yang kemudian muncul termin Clove Route atau jalur
perniagaan rempah-rempah cengkeh bangsa Nusantara hingga sampai ke Fir‘aun Mesir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar