Mazhab, aliran, dan gerakan ,Hinduisme tidak mengandalkan otoritas berdasarkan doktrin sentral
seperti kredo, rukun iman, atau syahadat. Meskipun tradisi Hindu tidak seragam, banyak umat Hindu
yang tidak mau mengakui dirinya sebagai penganut aliran atau sekte Hindu tertentu.Pada umumnya,
aliran dibedakan berdasarkan pada dewa yang dipuja sebagai manifestasi Yang Mahakuasa, serta
pada tradisi mengenai cara pemujaan dewa tersebut.
Ada empat aliran utama yang sering teramati: Waisnawa, Saiwa, Sakta, dan Smarta.Umat Waisnawa
memuja Wisnu sebagai manifestasi Yang Mahakuasa; umat Saiwa memuja Siwa sebagai manifestasi
Yang Mahakuasa; umat Sakta memuja Sakti (kekuatan) atau Dewi yang dipersonifikasikan sebagai
wanita ilahi; sedangkan Smarta meyakini kesatuan mendasar dari lima (Pancadewa) atau enam
(Shanmata) dewa sebagai personifikasi dari Yang Mahakuasa. Aliran lainnya seperti Ganapatya
(pemujaan terhadap Ganesa) dan Saura (pemujaan terhadap Surya) kurang menyebar secara luas.
Ajaran Saiwa, umat Saiwa memuja Siwa sebagai manifestasi Yang Mahakuasa, Ajaran inilah yang
penulis meyakini ajaran yang di bawa dari Tanah Nusantara dan bertahan di tanah India pada masa Pra
Weda,yang di kemudian hari tumbuh mendasari ajaran yang kini di sebut Hindu di India.
Sejumlah gerakan keagamaan terkategorikan ke dalam salah satu aliran besar Hinduisme, contohnya
Gerakan Hare Krishna terkategorikan ke dalam golongan Waisnawa. Ada pula gerakan keagamaan Hindu
yang sukar ditentukan untuk dimasukkan ke dalam golongan yang disebutkan di atas, contohnya Arya
Samaj yang diprakarsai Swami Dayananda Saraswati. Gerakan keagamaan ini berbeda dengan tradisi
Hindu pada umumnya, yaitu tidak memuja Tuhan dengan sarana arca atau lukisan. Gerakan ini
berfokus kepada Weda dan yadnya (yajña; ritus keagamaan berdasarkan Weda).
Empat aliran utama ,Empat aliran utama yang sering didapati adalah Waisnawa, Saiwa, Sakta, dan
Smarta. Dalam masing-masing aliran, ada beberapa perguruan atau aliran lain yang menempuh caranya
sendiri.
1.Waisnawa: aliran dalam tubuh Hinduisme yang memuja Wisnu—dewa pemelihara menurut konsep
Trimurti (Tritunggal)—beserta sepuluh perwujudannya (awatara). Aliran ini menekankan pada kebaktian,
dan para pengikutnya turut memuja berbagai dewa, termasuk Rama dan Kresna yang diyakini sebagai
perwujudan Wisnu. Pengikut aliran ini biasanya non-asketis, monastis (mengikuti cara hidup biarawan),
dan menekuni praktik meditasi serta melantunkan lagu-lagu pemujaan.
Biasanya umat Waisnawa bersifat dualisme. Aliran ini memiliki banyak tokoh suci, kuil, dan kitab suci.
Aliran ini terbagi dalam beberapa golongan, yaitu: Sri Sampradaya (Waisnawa yang memuja Laksmi
sebagai pasangan Wisnu), Brahma Sampradaya (Waisnawa yang memuja Wisnu secara eksklusif), Rudra
Sampradaya (Waisnawa yang memuja Wisnu atau para awatara, seperti Kresna, Rama, Balarama, dan
lain-lain), Kumara Sampradaya (Waisnawa yang memuja Caturkumara).
2.Saiwa: aliran dalam tubuh Hinduisme yang memuja Siwa. Kadangkala Siwa digambarkan sebagai
Bhairawa yang menyeramkan. Umat Saiwa lebih tertarik pada tapa brata daripada umat Hindu aliran
lainnya, dan biasa ditemui berkeliaran di India dengan wajah yang dilumuri abu dan melakukan ritual
penyucian diri. Mereka bersembahyang di kuil dan melakukan yoga, berjuang untuk dapat menyatukan
diri dengan Siwa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar