Minggu, 02 Oktober 2016

Hal 140

Agama pada masa tersebut mengandung pemujaan kepada Dewa Yang Mahakuasa, yang dibandingkan
oleh beberapa ahli (terutama John Marshall) sebagai proto-Siwa, dan mungkin sesosok Ibu Dewi, yang
mendasari figur Sakti. Praktik-praktik lain dari zaman peradaban lembah sungai Indus yang berlanjut ke
periode Weda meliputi pemujaan kepada air dan api. Akan tetapi, hubungan antara dewa-dewi dan
praktik agama lembah sungai Indus dengan agama Hindu masa kini telah menjadi subjek perselisihan
politis serta perdebatan para ahli.
Jadi ada ajaran asli yang berada di sungai Indus yaitu pada peradaban Harrapa dan Ajaran Pendatang
yang mendasari terbentuk nya ajaran Weda yaitu ajaran atau Palsafah dasar figur Saktisesosok Ibu Dewi
dan ajaran yang melakukan pemujaan kepada Air dan Api,ajaran itu adalah ajaran dan Palsafah Asli
Nenek Moyang Nusantara,Dewa Bharuna(Air) dan Dewa Agni ( Api),Yang pada intinya merujuk pada
Matahari sebagai pusat dan Palsafah nya.Agama Bijak Matahari.
Para ahli dari Barat memandang Hinduisme sebagai peleburan atau sintesis dari berbagai tradisi dan
kebudayaan di India, dengan pangkal yang beragam dan tanpa tokoh pendiri. Pangkal-pangkalnya
meliputi Brahmanisme (agama Weda Kuno), agama-agama masa peradaban lembah Sungai Indus, dan
tradisi lokal yang populer.
Kata Sindhu pertama kali disebutkan dalam Regweda.Bangsa Elamo-Dravida disebut dengan nama
ini untuk membedakannya dengan bangsa Dravida masa kini yang menduduki India, yang didominasi
oleh keturunan ras Australoid
Menurut Jones & Ryan: "Beberapa praktik Hinduisme pastilah berasal dari zaman neolitik (kr. 4000
SM). Sebagai contoh, pemujaan tumbuhan dan hewan tertentu karena dianggap suci, kemungkinan besar
sudah ada sejak zaman kuno. Demikian pula pemujaan dewi-dewi, suatu bagian agama Hindu masa kini,
mungkin merupakan fitur yang sudah ada sejak zaman neolitik."
Tidak ada tahun pasti yang memungkinkan sebagai awal periode Weda. Witzel menyebutkan jangka
waktu antara 1900 dan 1400 SM.Flood menyebutkan 1500 SM.
Menurut T. Oberlies,jangka waktu 1700–1100 SM ditentukan berdasarkan bukti-bukti kumulatif.
Brahman-Arya di sini adalah Brahmanisme dan kebudayaan bangsa Arya.
Sintesis tersebut muncul sekitar 500–200 SM, dan tumbuh berdampingan dengan agama Buddha hingga
abad ke-8. Dari India Utara, "sintesis Hindu" tersebar ke selatan, hingga sebagianAsiaTenggara.
Periode Weda—yang berlangsung dari kr. 1750 sampai 500 SM disebut demikian karena berdasarkan
agama berbasis Weda yang dianut oleh bangsa Indo-Arya,yang bermigrasi ke India barat daya setelah
mundurnya peradaban lembah sungai Indus (ada kemungkinan dari stepa Asia Tengah).Bangsa ini
membawa serta bahasa dan agama mereka. Agama mereka berkembang lebih jauh ketika bermigrasi ke
dataran India Utara setelah kr. 1100 SM dan menjadi pastoralis.
Meskipun kepercayaan dan praktik pada masa Hinduisme Praklasik boleh jadi berasal dari bahan-bahan
agama Proto-Indo-Eropa (yang masih hipotesis), sastra yang mendasari tradisi pada masa itu adalah
Weda Samhita, sehingga periode tersebut dinamai demikian. Kitab tertua di antara sastra Weda
tersebut adalah Regweda, yang diperkirakan telah disusun pada periode 1700–1100 SM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar