Sebagai tradisi yang masih berada, Mahayana merupakan kumpulan terbesar dari dua tradisi Agama
Buddha yang ada hari ini, yang lainnya adalah Theravada. Pembagian ini seringkali diperdebatkan oleh
berbagai kelompok.
Menurut cara pembagian klasifikasi filosofi Agama Buddha berdasarkan aliran Mahayana, Mahayana
merujuk kepada tingkat motifasi spiritual (yang dikenal juga dengan sebutan Bodhisattvayana)
Berdasarkan pembagian ini, pendekatan pilihan yang lain disebut Hinayana, atau Shravakayana. Hal ini
juga dikenal dalam Ajaran Theravada, tetapi tidak dianggap sebagai pendekatan yang sesuai.
Menurut susunan Ajaran Vajrayana mengenai pembagian jalur pengajaran, Mahayana merujuk kepada
satu dari tiga jalan menuju pencerahan, dua lainnya adalah Hinayana dan Vajrayana. Pembagian
pengajaran dalam Agama Buddha Vajrayana, dan tidak dikenal dalam ajaran Agama Buddha Mahayana
dan Theravada.
Walaupun asal usul keberadaan Mahayana mengacu pada Buddha Gautama, para sejarawan
berkesimpulan bahwa Mahayana berasal dari India pada abad ke 1, atau abad ke 1 SM.Menurut
sejarawan, Mahayana menjadi gerakan utama dalam Agama Buddha di India pada abad ke 5, mulai masa
tersebut naskah-naskah Mahayana mulai muncul pada catatan prasasti di India.
Sebelum abad ke 11 (ketika Mahayana masih berada di India), Sutra-sutra Mahayana masih berada dalam
proses perbaikan. Oleh karena itu, beragam sutra dari sutra yang sama mungkin muncul. Terjemahanterjemahan ini tidak dianggap oleh para sejarawan dalam membentuk sejarah Mahayana.
Dalam perjalanan sejarahnya, Mahayana menyebar keseluruh Asia Timur. Negara-negara yang
menganut ajaran Mahayana sekarang ini adalah Cina, Jepang, Korea dan Vietnam dan penganut
Agama Buddha Tibet (etnis Himalaya yang diakibatkan oleh invasi Cina ke Tibet). Aliran Agama Buddha
Mahayana sekarang ini adalah "Pure Land", Zen, Nichiren, Singon, Tibetan dan Tendai. Ketiga terakhir
memiliki aliran pengajaran baik Mahayana maupun Vajrayana.
Buddha lahir pada abad ke-6 SM. Setelah mencapai Penerangan Sempurna pada umur 35 sampai
Mahaparinibbana pada umur 80, Dia menghabiskan seumur hidupnya untuk berkhotbah dan
menyebarkan ajarannya. Selama 44 tahun, ia mengajar dan berkhotbah siang dan malam, hanya tidur 2
jam sehari.
Buddha berbicara dengan semua kalangan manusia: raja dan pangeran, brahmana, petani, pengemis, kaum
terpelajar dan orang biasa. Ajarannya disesuaikan dengan pengalaman, tingkat pemahaman dan kapasitas
mental pendengarnya. Apa yang diajarkannya dinamakan Buddha Vacana. Saat itu tidak dikenal dengan
apa yang dinamakan Theravada atau Mahayana.
Setelah terbentuknya persekutuan Biku dan Bikuni, Buddha menggariskan aturan-aturan disiplin tertentu
yang disebut Vinaya sebagai pedoman bagi persekutuan tersebut. Semua ajarannya disebut Dhamma,
termasuk juga wacana, sutra, khotbah kepada Biku, Bikuni dan orang biasa.
Persamuan Agung Pertama,Tiga bulan setelah Buddha Mahaparinibbana, pengikut terdekatnya
menyelenggarakan persamuan di Rajagaha. Maha Kassapa, Biku yang paling dihormati dan di-tua-kan,
memimpin persamuan tersebut. Hadir pula, 2 (dua) orang pengikut yang berkemampuan istimewa pada
dua ajaran – Dhamma dan Vinaya(disiplin, etika).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar