Penemuan ini berhasil memikat para ilmuwan yang datang ke Oklo untuk suatu penelitian, dari hasil riset
menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklir berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasitas kurang
lebih 500 ton biji uranium di enam wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt.
Tambang reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out yang masuk akal, dan telah
beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.
Yang membuat orang lebih tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor nuklir yang dibatasi
itu, tidak tersebarluas di dalam areal 40 meter di sekitar pertambangan. Kalau ditinjau dari teknik
penataan reaksi nuklir yang ada, maka teknik penataan tambang reaktor itu jauh lebih hebat dari sekarang,
yang sangat membuat malu ilmuwan sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam menangani masalah
limbah nuklir, manusia zaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan topografi alami untuk
menyimpan limbah nuklir!
Tambang uranium di Oklo itu kira-kira dibangun dua milyar tahun yang
lalu setelah adanya bukti data geologi dan tidak lama setelah menjadi
pertambangan maka dibangunlah sebuah reaktor nuklir ini. Mensikapi
hasil riset ini maka para ilmuwan mengakui bahwa inilah sebuah reaktor
nuklir kuno, yang telah mengubah buku pelajaran selama ini, serta
memberikan pelajaran kepada kita tentang cara menangani limbah nuklir.
Sekaligus membuat ilmuwan mau tak mau harus mempelajari dengan
serius kemungkinan eksistensi peradaban prasejarah itu, dengan kata lain
bahwa reaktor nuklir ini merupakan produk masa peradaban umat
manusia. Seperti diketahui, penguasaan teknologi atom oleh umat
manusia baru dilakukan dalam kurun waktu beberapa puluh tahun saja,
dengan adanya penemuan ini sekaligus menerangkan bahwa pada dua miliar tahun yang lampau sudah
ada sebuah teknologi yang peradabannya melebihi kita sekarang ini, serta mengerti betul akan cara
penggunaannya.
Semua temuan arkeologis ini sesuai dengan catatan sejarah yang turun-temurun. Kita bisa mengetahui
bahwa manusia juga pernah mengembangkan peradaban tinggi di India pada 5.000 tahun silam, bahkan
mengetahui cara menggunakan reaktor nuklir, namun oleh karena memperebutkan kekuasaan dan
kekayaan serta menggunakan dengan sewenang-wenang, sehingga mereka mengalami kehancuran.
Singkatnya segala penyelidikan diatas berusaha menyatakan bahwa umat manusia pernah maju dalam
peradaban Atlantis dan Rama. Bahkan jauh sebelum 4000 SM manusia pernah memasuki abad antariksa
dan teknologi nuklir. Akan tetapi zaman keemasan tersebut berakhir akibat perang nuklir yang dahsyat
hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat kembali ke zaman primitif. Masa primitif ini berakhir
dengan munculnya peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu.
Bukti kuat tentang Peradaban besar di Pulau Besar bernama Sunda land serta kejadian besar yang ada
pada masa itu tercatat dan terangkum dalam sebuah Candi besar di tanah Jawa ,Peradaban Saba yang pada
zaman setelah kehancuran nya bernama Nusantara ,Candi tersebut adalah Candi BOROBUDUR.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar