Minggu, 02 Oktober 2016

Hal 74

bintang jatuh. Para leluhur tinggal di surga yang dipenuhi api di atas kahyangan. Di atas itu semua adalah
tempat tinggal dewa-dewi.
Burung dengan wajah manusia tergambar dalam relief Borobudur,Budaya
dan falsafah Bali adalah budaya asli bangsa Indonesia terdahulu,bukan budaya
yang berasala dari luar Dibawah nanti akan lebih jelas setelah kita membuka
bahasan tentang Hindu,Apakah dalam Palsafah Hindu ada cerita atau apapun
yang menggambarkan tentang Burung yang berwajah Manusia.
Agama Masyarakat Bali disebut pula Agama Dharma atau Agama Tirtha
"agama Air Suci" adalah suatu praktik agama yang umumnya diamalkan oleh
mayoritas suku Bali di Indonesia. Agama Bali merupakan ajaran asli yang
mewakili ajaran asli Nusantara yang masih bisa kita ketahui saat in.
Peninggalan terkuno yang dikenal di Indonesia berkaitan dengan peradaban nusantara dahulu adalah arca
Ganesha dan Siwa yang ditemukan di pulau Panaitan dan diperkirakan dari abad pertama setelah
Masehi. Selain itu, ada juga tujuh buah yupa yang ditemukan di Kutai, Kalimantan Timur, dan
diperkirakan dari sekitar tahun 400 Masehi.
Di Bali, peninggalan terkuno yang dikenal adalah arca Siwa yang
ditemukan di Bedulu, Gianyar, dan yang coraknya mirip dengan arca Siwa
yang ditemukan di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah.
Caturwarna ,Di Bali berlaku sistem Catur Varna (Warna), yang terdiri
dari kata Catur berarti empat dan kata warna yang berasal dari urat kata Wr
(baca: wri) artinya memilih. Caturwarna berarti empat pilihan hidup atau
empat pembagian dalam kehidupan berdasarkan atas bakat (guna) dan
ketrampilan (karma) seseorang, serta kualitas kerja yang dimiliki sebagai
akibat pendidikan, pengembangan bakat yang tumbuh dari dalam dirinya dan ditopang oleh ketangguhan
mentalnya dalam menghadapi suatu pekerjaan. Empat golongan yang kemudian terkenal dengan istilah
Caturwarna itu ialah: Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra.
Warna Brahmana: Disimbulkan dengan warna putih, adalah golongan fungsional di dalam masyarakat
yang setiap orangnya menitik beratkan pengabdian dalam swadharmanya di bidang kerohanian
keagamaan.
Warna Ksatrya: Disimbulkan dengan warna merah adalah golongan fungsional di dalam masyarakat
yang setiap orangnya menitikberatkan pengabdian dalam swadharmanya di bidang kepemimpinan,
keperwiraan dan pertahanan keamanan negara.
Warna Waisya: Disimbulkan dengan warna kuning adalah golongan fungsional di dalam masyarakat
yang setiap orangnya menitikberatkan pengabdiannya di bidang kesejahteraan masyarakat
(perekonomian, perindustrian, dan lain- lain).
Warna Sudra: Disimbulkan dengan warna hitam adalah golongan fungsional di dalam masyarakat yang
setiap orangnya menitikberatkan pengabdiannya di bidang ketenagakerjaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar