Senin, 03 Oktober 2016

Hal 52

Kata Sunda artinya bagus/baik/putih/bersih/cemerlang, segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan.
Orang Sunda diyakini memiliki etos/watak/karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup.
Watak/karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer
(terampil), dan pinter (pandai/cerdas) yang sudah ada sejak zaman Salaka Nagara tahun 150 sampai ke
Sumedang Larang Abad ke-17, telah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000 tahun.
Sistem kepercayaan mula-mula ,Kepercayaan mereka membentuk fondasi dari apa yang kini disebut
sebagai agama asli orang Sunda. Meskipun tidak mungkin untuk mengetahui secara pasti seperti apa
kepercayaan tersebut, tetapi petunjuk yang terbaik ditemukan dalam puisi-puisi epik kuno (Wawacan) dan
di antara suku Badui yang terpencil.
Suku Badui menyebut agama mereka sebagai Sunda Wiwitan (orang Sunda yang paling mula-mula).
Bukan hanya suku Badui yang hampir bebas sama sekali dari elemen-elemen Islam, tetapi suku Sunda
juga memperlihatkan karakteristik Hindu yang sedikit sekali. Beberapa kata dalam bahasa Sansekerta dan
Hindu yang berhubungan dengan mitos masih tetap ada.
Karya sastra Sunda yang tertua yang terkenal adalah Caritha Parahyangan. Karya ini ditulis sekitar
tahun 1000 dan mengagungkan raja Jawa Sanjaya sebagai prajurit besar. Sanjaya adalah pengikut
Shiwaisme sehingga kita tahu bahwa ada ajaran atau pemahaman yang lain yang mendasari peradaban
Sunda sebelum Hindu yaitu sebelum tahun 700.
Sangat mengherankan kira-kira pada waktu ini, agama India kedua, Buddhisme , membuat penampilan
pemunculan dalam waktu yang singkat.Jika kita menilik pada angka tahun yang tertulis di seluruh buku
sejarah yang beredar saat ini ,yaitu banyak candi candi yang tiba tiba di bangun pada masa singkat masuk
nya ajaran dari India,bagaimana mungkin.
Dengan variasi-variasi yang tidak terbatas pada tema mengenai tubuh spiritual yang hadir bersama-sama
dengan tubuh natural, orang Indonesia telah menggabungkan filsafat Hindu ke dalam kondisi-kondisi
mereka sendiri. J. C. van Leur berteori bahwa Hinduisme membantu mengeraskan bentuk-bentuk kultural
suku Sunda.
Khususnya kepercayaan magis dan roh memiliki nilai absolut dalam kehidupan orang Sunda. Salah
seorang pakar adat istiadat Sunda, Prawirasuganda, menyebutkan bahwa angka tabu yang berhubungan
dengan seluruh aspek penting dalam lingkaran kehidupan perayaan-perayaan suku Sunda sama dengan
yang ada dalam kehidupan suku Badui.
Pengaruh suku Jawa terhadap kehidupan masyarakat Sunda ,Menurut sejarawan Bernard Vlekke,
Jawa Barat merupakan daerah yang terbelakang di pulau Jawa hingga abad ke-11. Kerajaan-kerajaan
besar bangkit di Jawa Tengah dan Jawa Timur namun hanya sedikit yang berubah di antara suku Sunda.
Walaupun terbatas, pengaruh di antara orang-orang Sunda tidak sekuat pengaruhnya seperti di antara
orang-orang Jawa. Kendatipun demikian, sebagaimana tidak berartinya Jawa Barat, orang Sunda memiliki
raja pada zaman Airlangga di Jawa Timur, kira-kira tahun 1020.
Tetapi raja-raja Sunda semakin berada di bawah kekuasaan kerajaan-kerajaan Jawa yang besar.
Kertanegara (1268-92) adalah raja Jawa pada akhir yang di anggap periode Hindu di Indonesia. Setelah
pemerintahan Kertanegara, raja-raja Majapahit memerintah hingga tahun 1478, tetapi mereka tidak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar