Sisa peradaban yang tersisa di seluruh koloni di muka bumi di antaranya suku maya Inca dan punden
berundak nya untuk ritual terhadap sang Mata hari,sisa peradaban yang tersisa di Timur tengah adalah
peradaban Sumeria dengan Pyramida nya untuk ritual terhadap Matahari,sisa peradaban yang tersisa di
tanah India adalah kerajaan kerajaan kecil Saba yang berkembang di tanah India.
Jadi Asumsi penulis tentang peradaban India adalah, sebuah peradaban yang merupakan salah satu koloni
dari peradaban Saba,yang hancur oleh pertempuran yang dahsyat tercatat dalam kisah Mahabarata dan
Ramayana,yang di kemudian hari setelah Peradaban Saba di tenggelam kan yang berpusat di
Nusantara,Filsafat tentang Matahari dari peradaban saba mengalami perkembangan dan tumbuh sesuai ke
adaan kultur local nya,maka lahirlah Hindu,Mahavira sebelum Budha kemudian
Budha.
Kita bisa ketahui dari cikal bakal Hindu,Hindu yaitu agama yang cikal bakal yang
tidak di ketahui mula dan dasar nya agama ini terbentuk,dalam literature yang
ada,asal muasal Hindu tidak pernah di ketahui,hanya di sebutkan sebuah agama
yang memadukan beberapa filsafat yang asal nya tidak di ketahui dan sedikit
terpengaruh oleh peradaban Harappa,Mohenjodaro.
*Logika sederhananya adalah; India dikenal sebagai bangsa Chandra (Chandra Gupta) sedangkan
Nusantara dikenal sebagai bangsa Matahari (Ra-Hyang), dalam hal ini tentu Matahari lebih unggul dan
lebih utama ketimbang Bulan. India diterangi atau dipengaruhi oleh ajaran dan kebudayaan Nusantara.
Namun demikian tidak dapat disangkal bahwa bukti (jejak) peninggalan yang maha agung itu di Bumi
Nusantara telah banyak dilupakan, diselewengkan hingga dimusnahkan oleh bangsa Indonesia sendiri
sehingga pada saat ini kita sulit untuk membuktikannya melalui ―kebenaran ilmiah‖.
Banyak orang Jawa Barat mengaku dirinya sebagai orang ―Sunda‖, mereka mengagungkan ―Sunda‖
sebagai genetika biologis dan budayanya yang membanggakan, bahkan secara nyata perilaku diri mereka
yang lembut telah menunjukan kesundaannya(sopan-santun dan berbudhi), namun unik dan anehnya
mereka ‗tidak mengakui‘ bahwa itu semua adalah hasil didikan Agama Sunda yang telah mereka warisi
dari para leluhurnya secara turun-temurun, seolah telah menjadi genetika religi pada diri manusia Galuh.
Masyarakat Jawa Barat menyadari bahwa perilaku lembut penuh tata-krama sopan-santun dan berbudhi
itu terjadi akibat adanya ―ajaran‖ (agama Sunda) yang mengalir di dalam darah mereka dan bergerak
tanpa disadari(refleks).
Untuk mengatakan kejadian tersebut para leluhur menyebutnya sebagai;
“nyumput buni di nu caang” (tersembunyi ditempat yang terang) artinya adalah; mentalitas, pikiran,
perilaku, seni, kebudayaan, filosofi dll. yang mereka lakukan sesungguhnya adalah hasil didikan agama
Sunda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar