Selasa, 04 Oktober 2016

Hal 42.Benarkah Borobudur candi Buddha...!

- ning = dari
- Ratu = Penguasa (Maharaja)
Dengan demikian ―Sastrajenrahayuningrat‖ jika diartikan secara bebas adalah ―Sinar Sejati Ajaran
Matahari – Kebaikan dari Sang Ratu‖ atau ―Penerang yang Abadi Ajaran Matahari – Kebaikan dari Sang
Maharaja‖ atau boleh jadi maksudnya ialah ―Sinar Ajaran Matahari Abadi atas Kebaikan dari Sang
Penguasa/ Ratu/ Maharaja Nusantara‖, dst.
Berdasarkan ―Sastrajenrahayuningrat‖ istilah ―Sunda‖ dibentuk oleh tiga suku kata yaitu SU-NA-DA
yang artinya adalah ―matahari‖ ; SU = Sejati/ Abadi, NA = Api, DA = Besar/ Gede/ Luas/ Agung
Dalam kesatuan kalimat ―Sunda‖ mengandung arti ―Sejati-Api-Besar‖ atau ―Api Besar yang Sejati atau
bisa juga berarti Api Agung yang Abadi‖. Maksud dan maknanya adalah matahari atau ―Sang Surya‖
(Panon Poe/ Mata Poe/ Sang Hyang Manon).
―Sunda‖ sama sekali bukan nama etnis/ ras/ suku yang tinggal di pulo Jawa bagian barat dan bukan juga
nama daerah, karena sesungguhnya ―Sunda‖ adalah nama ajaran atau agama tertua di muka Bumi,
keberadaannya jauh sebelum ada jenis agama apapun yang dikenal pada saat sekarang.
Agama ―Sunda‖ merupakan cikal-bakal ajaran tentang ―cara hidup sebagai manusia beradab hingga
mencapai puncak kemanusiaan yang tertinggi (adi-luhung). Selain itu agama Sunda juga yang mengawali
lahirnya sistem pemerintahan dengan pola karatuan (kerajaan) yang pertama di dunia, terkenal dengan
konsep SITUMANG (Rasi-Ratu-Rama-Hyang) dengan perlambangan ―anjing‖ (tanda kesetiaan).
Ajaran/ agama Sunda (Matahari) pada mulanya disampaikan oleh buyut dari Ratu Bilqist pada
Kerajaan SABA,Sang Sri Rama Mahaguru Ratu Rasi Prabhu Shindu La-Hyang (Sang Hyang
Tamblegmeneng) putra dari Sang Hyang Watu Gunung Ratu Agung Manikmaya yang lebih dikenal
sebagai Aji Tirem (Aki Tirem) atau Aji Saka Purwawisesa.
Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan
mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah),
sehingga mereka tidak dapat petunjuk, QS : Anml ,1.
Melihat ketrangan surat Anml di atas ada dua poin besar yaitu penyembahan Matahari dan Syetan ada
beberapa candi dan mitos tentang berperan nya setan dalam pembangunan candi sebut saja tentang Candi
Prambanan yang di buat oleh para setan dengan Tokoh utama Ratu Roro Jongrang,hal ini adalah suatu
pembuktian bahwa benar peradaban saba adalah peradaban yang ada di tanah Jawa di mulai dari masih
bersatu nya daratan sunda yang bernama Sunda Land.
Ajaran Sunda lebih dikenal dengan sebutan Sundayana (yana =way of life, aliran, ajaran, agama)
artinya adalah ―ajaran Sunda atau agama Matahari‖ yang dianut oleh bangsa Galuh masa kerajaan
yang tumbuh setelah nya, khususnya di Jawa Barat.
Sundayana disampaikan secara turun-temurun dan menyebar ke seluruh dunia melalui para Guru Agung
(Guru Besar/ Batara Guru), masyarakat Jawa-Barat lebih mengenalnya dengan sebutan Sang Guru
Hyang atau ―Sangkuriang‖ dan sebagian lagi memanggilnya dengan sebutan ―Guriang‖ yang artinya
―Guru Hyang‖ juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar