Menurut Critias, Solon dalam menuliskan puisinya perlu mengartikan nama-nama dalam bahasa dan
pengetahuan masyarakat Athena pada masa itu; dan ketika menyalin nama-nama itu kemudian
diterjemahkan kedalam bahasa Yunani. Jadi, nama-nama termasuk Poseidon, Herkules, Atlas, Athena,
Mesir, Libya, Tirenia dan Eropa adalah nama-nama terjemahan dari nama asli yang menurut Critias masih
disimpannya.
Etnis Mesir kuno adalah diantara para pengungsi dan korban bencana; kemudian bermukim kembali di
daratan yang sekarang disebut Mesir. Dalam penyelamatan, mereka membawa catatan dan register, dan
selanjutnya disimpan dalam kuil-kuil mereka.
Studi linguistik dan alfabet budaya Rejang di Sumatera barat daya yang dilakukan oleh antara lain Sir
Thomas Stamford Raffles (1817), J Park Harrison (1896), EEEG Schroder (1927) dan MA Jaspen
(1983) menunjukkan beberapa korelasi bahasa dan alfabet Rejang dengan bahasa dan alfabet Fenisia
dan Mesir kuno.
Indonesia kuno memiliki pengetahuan untuk
membangun piramida seperti halnya Mesir kuno;
piramida Gunung Padang di Jawa Barat yang
diperkirakan mulai dibangun 23.000 SM atau
sebelumnya diklaim lebih tua dari yang di Mesir.
Keberadaan Atlantis ini didukung oleh fakta
bahwa kisah tersebut diuraikan dengan amat
terinci, terutama dalam Critias. Selain itu,
berbagai kondisi, peristiwa dan benda-benda
seperti iklim dua musim, banjir [tsunami],
orichalcum, fitur geografis, banteng [kerbau] dan
hasil bumi yang tidak dikenal oleh Plato juga dijelaskan dalam kata-kata yang rinci dan panjang.
Atlantis di Laut Jawa ,Sundalandia atau secara khusus Indonesia telah digagas sebagai lokasi dimana
Atlantis berada. Dasar argumen ini adalah bahwa Samudera Atlantis mengacu pada laut yang
mengelilingi benua Eurasia dan Afrika, yang merupakan pemahaman Yunani kuno sebelum Christopher
Columbus mendarat di benua Amerika.
Para pendukung gagasan ini mengklaim bahwa penduduk asli
Sundalandia yang mengungsi karena air pasang atau letusan
gunung berapi kemudian melakukan kontak dengan Mesir
Kuno, yang kemudian diteruskan kisahnya kepada Plato namun
belum tentu Plato memperoleh kisah tersebut seluruhnya dalam
rincian yang benar, termasuk lokasi dan jangka waktunya.
Gagasan pertama mengenai hubungan antara Atlantis dan Indonesia
berasal dari Theosophist terkemuka, CW Leadbeater (1854 – 1934 M), dalam buku The Occult History
of Java, yang diterbitkan pada tahun 1951.
Atlantis adalah Benua Sundalandia yang Tenggelam ,Plato mengungkapkan bahwa "... sembilan ribu
adalah jumlah tahun yang telah berlalu sejak perang yang dikatakan telah terjadi antara mereka yang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar