Kita bisa urutkan tahun peradaban nya, yaitu masa Lemuria 53.000 SM ,Lemuria di kuasai Atlantis thn
24.000 SM,kemudian tenggelam thn 9.600 SM kemudian bangkit dan berkembang menjadi peradaban
besar di muka Bumi ,dengan sebelumnya terjadi perang besar pada thn 5.000 SM tercatat dalam
Ramayana dan perang besar kedua thn 3.000 SM tercatat dalam Bharatyudha yang di sebut Atlantis
,kemudian hari berkembang menjadi peradaban Saba sampai kedatangan
Sulaiman thn 935 SM.
Pada buku Timaeus, Plato berkisah,Di hadapan Selat Mainstay Haigelisi,
ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau
lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi
laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan
melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan, Atlantis
tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam,
tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui
peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.
Menurut Critias, dewa Helenik membagi wilayah untuk setiap dewa; Poseidon mewarisi wilayah pulau
Atlantis. Pulau ini lebih besar daripada Libya kuno dan Asia Kecil yang disatukan, tetapi akan tenggelam
karena gempa bumi dan menjadi sejumlah lumpur yang tak dapat dilewati, menghalangi perjalanan
menyeberang samudra. Bangsa Mesir mendeskripsikan Atlantis sebagai pulau yang terletak kira-kira 700
kilometer, kebanyakan terdiri dari pegunungan di wilayah utara dan sepanjang pantai, dan melingkupi
padang rumput berbentuk bujur di selatan "terbentang dalam satu arah tiga ribu stadia (sekitar 600 km),
tetapi di tengah sekitar dua ribu stadia (400 km).
Menurut Critias, 9.000 tahun sebelum kelahirannya, perang terjadi
antara bangsa yang berada di luar Pilar-pilar Herkules (umumnya
diduga Selat Gibraltar), dengan bangsa yang tinggal di dalam Pilar.
Bangsa Atlantis menaklukkan Libya sampai sejauh Mesir dan benua
Eropa sampai sejauh Tirenia, dan menjadikan penduduknya budak.
Orang Athena memimpin aliansi melawan kekaisaran Atlantis, dan
sewaktu aliansi dihancurkan, Athena melawan kekaisaran Atlantis sendiri, membebaskan wilayah yang
diduduki. Namun, nantinya, muncul gempa bumi dan banjir besar di Atlantis, dan hanya dalam satu hari
satu malam, pulau Atlantis tenggelam dan menghilang.
Bagian lain dari komentar abad ke-5 Proclus mengenai Timaeus memberi deskripsi geografi Atlantis.
Menurut mereka, terdapat tujuh pulau di laut tersebut pada saat itu, tanah suci untuk Persephone, dan
juga tiga lainnya dengan besar yang sangat besar, salah satunya tanah suci untuk Pluto, lainnya untuk
Ammon, dan terakhir di antaranya untuk Poseidon, dengan luas ribuan stadia. Apakah Plato menyebut
tanah Pasundan dengan Poseidon.
Penduduknya—mereka menambah—memelihara ingatan dari nenek moyang mereka mengenai pulau
besar Atlantis yang pernah ada dan telah berkuasa terhadap semua pulau di laut Atlantik dan suci untuk
Poseidon. Kini, hal tersebut telah ditulis Marcellus dalam Aethiopica".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar