Minggu, 02 Oktober 2016

Hal 183

“Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam". Ratu Saba dan Sulaiman di
tanah Jawa melakukan perubahan terhadap ajaran yang sudah ada di Tanah Jawa dan seluruh koloni
kerajaan Saba yang di kuasai,Semua ajaran yang pada awal nya melakukan ritual penyembahan terhadap
Jin dan bermuara pada Matahari mengalami perubahan bertahap.
Penyembahan kepada Matahari ber angsur angsur di alihkan,kepada Penyembahan yang maha
Tunggal,Pemahaman akan hari akhirat,di ajarkan
kepada mereka,perubahan mendasar adalah tidak lagi
menyembah kepada Dewa Matahari,kebiasan
peradaban Saba yang membuat perumpamaan tentang
yang di sembah dengan mewujud kan pada
Dewa,masih terasa dan perlahan di arahkan kepada
yang maha Tunggal.
Perlambang Tuhan yang masih di sebut Hyang masih
ada,dengan perlambang yang masih mengikuti
kebiasaan ajaran terdahulu,tapi semua dewa itu
berpusat kepada yang maha Tunggal,Tuhan yang
maha Esa,di bagian atas sudah di jelaskan tentang
ajaran terdahulu nenek moyang Nusantara.ajaran tersebut masih terlihat pada masa kerajaan setelah Ratu
Saba yaitu kerajaan yang pernah ada di tanah jawa,ajaran yang telah berubah dari pemujaan kepada
Matahari beralih kepada ajaran menyembah kepada Hyang Tunggal,mereka menyebut nya Agama Siwa.
Agama Siwa bukan lah agama Hindu,Agama Siwa adalah agama nenek moyang bangsa Nusantara yang
berasal dari ajaran Saba ,ajaran pemujaan kepada Sang Matahari berubah kepada ajaran yang menyembah
satu Tuhan,Sang Hyang Tunggal,Ajaran tersebut yang bernama Agama Siwa sebagai cikal bakal pada
masa perkembangan nya menjadi ajaran Hindu dan Buddha di India.
Borobudur adalah tempat pusat ritual pada masa Saba melakukan penyembahan kepada Matahari,dengan
Istana Boko sebagai tempat beristirahat nya para pembesar
dan Raja penguasa koloni kerajaan Saba,di Borobudur itulah
dahulu tempat berkumpul berbagai suku bangsa di Dunia.
Masa setelah Ratu Saba berserah diri dan mengikuti ajaran
yang di bawa Sulaiman,Borobudur di rubah tampilan nya
tentu berdasarkan persetujuan Ratu Saba,perubahan tersebut
terjadi pada area besar di atas candi yang semula besar kini di
tutup stupa,begitu juga area melingkar pada bagian
terassering yang dahulu bisa untuk menampung orang banyak kini tidak lagi bisa di lakukan.
Pembuatan Relief dan patung adalah pada masa Sulaiman,Relief tersebut menggambarkan cerita nyata
masa kerajaan pendahulu Saba,cerita nyata Sang Rama,Patung Arca dengan posisi duduk bersila adalah
tata cara ritual Tapa dan Kontemplasi yang dahulu di lakukan pada peradaban sebelum dan saat
Saba,Pada masa Sulaiman pembuatan patung dan arca itu di lakukan dan atas persetujuan Ratu Saba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar