Minggu, 02 Oktober 2016

Hal 182

ditutup struktur batu lapis demi lapis. Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang
sebagai piramida berundak, tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.
Dibangun tiga undakan pertama yang menutup struktur asli piramida berundak.
Bentuk dasar ini ada sebelemum peradaban Saba yaitu peradaban yang maju dan mempunyai ilmu
pengetahuan Tinggi Peradaban Rama,yang tercatat dalam Epos Ramayana Beberapa ratus tahun
kemudian setelah terjadi Perang besar,Perang Bharatayudha.
Tahap kedua:
Penambahan dua undakan persegi, pagar langkan dan satu undak melingkar yang diatasnya langsung
dibangun stupa tunggal yang sangat besar.Penambahan ini adalah dengan menutup bagian Area luas yang
berada pada bagian tengah yang mengelilingi Punden berundak sehingga area ,trap yang pada awal nya di
peruntukan untuk tempat peribadatan penyembahan Matahari tidak lagi dapat di fungsikan.
Tahap ketiga:
Terjadi perubahan rancang bangun, undak atas lingkaran dengan stupa tunggal induk besar dibongkar dan
diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa yang lebih kecil dibangun berbaris melingkar pada pelataran
undak-undak ini dengan satu stupa induk yang besar di tengahnya. Karena alasan tertentu pondasi
diperlebar, dibangun kaki tambahan yang membungkus kaki asli sekaligus menutup relief bagian bawah
Para arkeolog menduga bahwa Borobudur semula dirancang berupa stupa tunggal yang sangat besar
memahkotai batur-batur teras bujur sangkar. Akan tetapi stupa besar ini terlalu berat sehingga mendorong
struktur bangunan condong bergeser keluar. Patut diingat bahwa inti Borobudur hanyalah bukit tanah
sehingga tekanan pada bagian atas akan disebarkan ke sisi luar bagian bawahnya sehingga Borobudur
terancam longsor dan runtuh.
Karena itulah diputuskan untuk membongkar stupa induk tunggal yang besar dan menggantikannya
dengan teras-teras melingkar yang dihiasi deretan stupa kecil berterawang dan hanya satu stupa induk.
Untuk menopang agar dinding candi tidak longsor maka ditambahkan struktur kaki tambahan yang
membungkus kaki asli. Struktur ini adalah penguat dan berfungsi bagaikan ikat pinggang yang mengikat
agar tubuh candi tidak ambrol dan runtuh keluar, sekaligus menyembunyikan relief pada bagian bagian
bawah.
Tahap keempat: Ada perubahan kecil seperti penyempurnaan relief, penambahan pagar langkan terluar,
perubahan tangga dan pelengkung atas gawang pintu, serta pelebaran ujung kaki.
Perubahan bentuk yang semula berbentuk terasering dan terdapat area luas terutama pada bagian atas dan
pada teras tengah keliling ,yang semula area ini adalah area yang luas di mana di lakukan pemujaan
terhadap Matahari,kini di tutup oleh stupa dan arca arca,sehingga hilang lah area untuk melaksanakan
pemujaan kepada Matahari.
Perubahan bentuk Punden Berundak yang merupakan ciri asli bentuk candi di Pulau Jawa adalah ciri asli
yang telah ada,Perubahan Bentuk Borobudur menjadi bentuk seperti saat ini adalah akibat Campur tangan
Sulaiman dan penguasa Ratu setempat,Ratu Saba.hal ini terjadi setelah sang Ratu Saba Bilqist Takluk
kepada Sulaiman,dan Bersama Sulaiman Bilqist berserah diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar