Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu
kepadamu sebelum matamu berkedip".
Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia
Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari akan nikmat-Nya. Dan barangsiapa
yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa yang
ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".
Yang di pindah oleh Sulaiman melalui se orang yang telah mempelajari Ilmu pengetahuan tinggi ,adalah
Singgasana Ratu Saba yang ada Sunda Land ke Istana Sulaiman di tanah arab.
Dalam sekejap mata singgasana Ratu Saba sudah ada di hadapan Sulaiman dan para pembesar nya,maka
Sulaiman memerintah kan untu sedikit merubah singgasana Ratu Saba,dengan maksud apakah Ia Bilqist
masih dapat mengenalinya,Sulaiman berkata: "Rubahlah baginya singgasananya; maka kita akan
melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal nya".
Rombongan pembawa hadiah yang di kawal oleh pasukan Ratu Saba ,dengan melakukan perjalanan di
atas Bumi dengan kecepatan tinggi telah sampai di Istana Saba,menyampaikan apa yang di pesan
Sulaiman ,serta bercerita tentang kebesaran Kerajaan Sulaiman.Setelah Ratu Saba berdiskusi dengan para
pembesar nya,maka Ratu Saba memutuskan untuk menyerah dan takluk kepada Sulaiman,Maka Bilqist
dan para pasukan nya pun pergi ketanah Arab menuju Istana Kerajaan Sulaiaman,untuk menyerah dan
tunduk pada Kerajaan Sulaiman.
Setelah Ratu Saba sampai di tanah Arab dan masuk ke dalam Istana Sulaiman,Sulaiaman berkata kepada
Bilqist,"Serupa inikah singgasanamu?" Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku,
kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri".
Ratu Saba ,Bilqist memasuki gerbang Istana bersama para pembesar dan perwakilan pasukan nya,saat
memasuki pintu gerbang di lihat nya ,singgasana Bilqist ada di hadapan nya,hanya ada perubahan
sedikit,yaitu singgasana tersebut lebih bagus dari singgasan asli Bilqist,lalu Bilqist pun berucap yang di
dengar juga oleh Sulaiman dan para pembesar Bilqist dan Sulaiaman,Bilqist berucap , "Seakan-akan
singgasana ini singgasanaku “.
Seketika itu pula para Pembesar Bilqist berkerumun ,mengitari sang Ratu Saba yang berkesimpulan
bahwa mereka pembesar,meyakini kehebatan ilmu yang di punyai Sulaiaman melebihi kemampuan Ilmu
yang di pelajari Pembesar Saba ,yaitu ilmu yang di anggap tinggi ,tentang memindahkan benda ke suatu
tempat,Ilmu mereka tentang itu mereka dapati dari kerja sama dengan Jin dan mahluk bukan manusia.
Ilmu dan kemampuan yang di punyai pembesar Sulaiman yaitu Ashif Bin Barkhya adalah Ilmu empiris
yang dapat di pelajari dengan tanpa bekerja sama dengan mahluk Jin ,yaitu Ilmu yang berdasarkan ajaran
Daud serta agama yang berdasarkan Tauhid dan pada masa itu,telah di ketahui oleh pembesar Saba dan
Ratu Bilqist,mereka membenarkan tetapi tetap tidak mau mengikuti,keyakinan akan ketinggian Ilmu yang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar