Minggu, 02 Oktober 2016

Hal 170

kontak dengan dunia internasional karena pelabuhan mereka terbuka bagi pedagang-pedagang asing yang
hendak berniaga ke sana. Sementara orang-orang Arab Utara adalah mereka yang terbiasa dengan
kerasnya kehidupan padang pasir, mereka kaku dan lugu karena kurangnya kontak dengan dunia luar.
Tentu saja geografi kerajaan Saba‘ sangat mempengaruhi bagi kemajuan peradaban mereka.
Sebab lain yang disebutkan oleh sejarawan adalah terjadinya perang saudara di kalangan rakyat Saba‘
sementara bendungan mereka butuh pemugaran karena dirusak oleh musuh-musuh mereka (at-Tahrir wa
at-Tanwir, 22: 169), perang saudara tersebut mengalihkan mereka dari memperbaiki bendungan Ma‘rib.
Bendungan ini hancur sekitara tahun 542 M. Setelah itu, mereka hidup dalam kesulitan, tumbuhan￾tumbuhan yang tumbuh subur di tanah mereka tidak lagi menghasilkan buah seperti sebelum-sebelumnya
dan Yaman saat ini termasuk salah satu negeri termiskin dan terkering di Jazirah Arab.
Dia bukanlah nama suatu tempat dan bukan pula nama wanita, tetapi ia adalah seorang laki-laki yang
memiliki sepeluh orang anak dari bangsa Arab. Enam orang dari anak-anaknya menempati wilayah
Yaman dan empat orang menempati wilayah Syam.‖ (HR. Abu Dawud, no. 3988 dan Tirmidzi, no.
3222).
Dalam riwayat Ibnu Abbas radhiallahu ‗anhu ada tambahan nama-nama dari anak Saba, ―Adapun yang
menempati wilayah Yaman, mereka adalah: Madzhij, Kindah, al-Azd, al-Asy‘ariyun, Anmar, dan
Himyar. Dan yang menempati wilayah Syam adalah Lakhm, Judzam, Amilah, dan Ghassan (HR.
Ahmad, no. 2898).
Ini adalah kesimpulan subyektif penulis tentang Saba dan Sulaiman :
Saba‘ adalah sebuah kerajaan di abad klasik yang berdiri
sejak 1300 SM, terletak di wilayah Yaman saat ini.
Kemasyhuran negeri Saba‘ benar-benar sesuatu yang
fenomenal dan menakjubkan bagi siapa saja yang
mengetahui kisahnya.
Studi arkeologi modern mendukung pandangan bahwa
kerajaan Alkitab Sheba adalah peradaban Semit kuno Saba di
selatan Saudi, di Yaman, antara 1200 SM sampai 275
Masehi dengan ibukotanya Marib. Kerajaan jatuh setelah
perang sipil yang panjang dan sporadis diantara beberapa
dinasti Yaman mengklaim diri nya sebagai kerajaan saba, sampai munculnya masa akhir dinasti
Himyarite Raya.
1200-650 SM telah berdiri suatu kerajaan yang mengawali kekuasasaan di daerah tersebut, Yaitu
Kerajaan Ma‘in dan Kerajaan Qutban. Penduduk Yaman berasal dari kaum Bani Qathan yang merupakan
keturunan Ya‘rub bin Qathan. Bani Qathan ini berasal dari daerah Mesopotamia.
Kerajaan Qutban berdiri di Yaman Selatan kira-kira tahun 1000 SM ,Kerajaan Qutban berdiri karena
adanya taktik politis Kerajaan Ma‘in untuk memperkuat kekuasaan, Jika kekuasaan Yaman Utara telah
tercapai oleh Kerajaan Ma‘in maka wilayah Yaman Selatan pun turut dikuasai Kerajaan Ma‘in dengan
mendirikan Kerajaan Qutban

Tidak ada komentar:

Posting Komentar