Minggu, 02 Oktober 2016

Hal 130

Candi Pawon adalah nama sebuah candi, yang terletak di Kabupaten Magelang.
Letak Candi Pawon ini berada di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur, tepat berjarak 1750 meter
dari Candi Borobudur ke arah timur dan 1150 m dari Candi Mendut ke arah barat.
Sejarah dan pemugaran
Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. Ahli epigrafi J.G. de Casparis
menafsirkan bahwa Pawon berasal dari bahasa Jawa awu yang berarti 'abu', mendapat awalan pa- dan
akhiran -an yang menunjukkan suatu tempat. Dalam bahasa Jawa sehari-hari kata pawon berarti 'dapur',
akan tetapi de Casparis mengartikannya sebagai 'perabuan' atau tempat abu. Penduduk setempat juga
menyebutkan Candi Pawon dengan nama Bajranalan. Kata ini mungkin berasal dari kata bahasa
Sanskerta vajra =yang berarti 'halilintar' dan anala yang
berarti 'api'. Candi Pawon dipugar tahun 1903.
Arca dan arsitektur Candi Pawon
Di dalam bilik candi ini sudah tidak ditemukan lagi arca
sehingga sulit untuk mengidentifikasikannya lebih jauh.
Suatu hal yang menarik dari Candi Pawon ini adalah
ragam hiasnya. Dinding-dinding luar candi dihias
dengan relief pohon hayati (kalpataru) yang diapit
pundi-pundi dan kinara-kinari (mahluk setengah
manusia setengah burung/berkepala manusia berbadan burung).
Situs Ratu Baka
Situs Ratu Boko yang berada di atas bukit di selatan Candi Prambanan
Situs Ratu Baka atau Candi Boko (bahasa Jawa: Candhi Ratu Baka) adalah situs purbakala yang
merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari
kompleks Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota
Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Situs Ratu Baka terletak di sebuah bukit pada ketinggian 196 meter
dari permukaan laut. Luas keseluruhan kompleks adalah sekitar 25 ha.
Situs ini menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs pemukiman, namun fungsi tepatnya
belum diketahui dengan jelas.
Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana
raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan
sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit
kering sebagai struktur pertahanan.Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs
ini.
Nama "Ratu Baka" berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Baka (bahasa Jawa, arti harafiah:
"raja bangau") adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks
Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat Loro Jonggrang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar