Minggu, 02 Oktober 2016

Hal 125

secara konsentris. Terdapat stupa utama yang terbesar di tengah; dengan pucuk mencapai ketinggian 35
metres (115 ft) dari permukaan tanah.
Tinggi asli Borobudur termasuk chattra (payung susun tiga) yang kini dilepas adalah 42 metres (138 ft) .
Tangga terletak pada bagian tengah keempat sisi mata angin yang membawa pengunjung menuju bagian
puncak monumen melalui serangkaian gerbang pelengkung yang dijaga 32 arca singa.
Gawang pintu gerbang dihiasi ukiran Kala pada puncak tengah lowong pintu dan ukiran makara yang
menonjol di kedua sisinya. Motif Kala-Makara lazim ditemui dalam arsitektur pintu candi di Jawa. Pintu
utama terletak di sisi timur, sekaligus titik awal untuk membaca kisah relief. Tangga ini lurus terus
tersambung dengan tangga pada lereng bukit yang menghubungkan candi dengan dataran di sekitarnya.
Relief
Pada dinding candi di setiap tingkatan , dipahatkan panel-panel bas-relief yang dibuat dengan sangat teliti
dan halus.Relief dan pola hias Borobudur bergaya naturalis dengan
proporsi yang ideal dan selera estetik yang halus. Relief-relief ini sangat
indah, bahkan dianggap sebagai yang paling elegan dan anggun dalam
kesenian.
Relief Borobudur juga menerapkan disiplin senirupa, seperti berbagai
sikap tubuh yang memiliki makna atau nilai estetis tertentu. Relief-relief
berwujud manusia mulia seperti pertapa, raja dan wanita bangsawan,
bidadari atapun makhluk yang mencapai derajat kesucian laksana dewa,
seperti tara, seringkali digambarkan dengan posisi tubuh tribhanga.
Posisi tubuh ini disebut "lekuk tiga" yaitu melekuk atau sedikit condong
pada bagian leher, pinggul, dan pergelangan kaki dengan beban tubuh
hanya bertumpu pada satu kaki, sementara kaki yang lainnya dilekuk
beristirahat. Posisi tubuh yang luwes ini menyiratkan keanggunan,
misalnya figur bidadari Surasundari yang berdiri dengan sikap tubuh tribhanga sambil menggenggam
teratai bertangkai panjang.
Relief Borobudur menampilkan banyak gambar; seperti sosok manusia baik bangsawan, rakyat jelata,
atau pertapa, aneka tumbuhan dan hewan, serta menampilkan bentuk bangunan vernakular tradisional
Nusantara. Borobudur tak ubahnya bagaikan kitab yang merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat
Jawa kuno Peradaban Asli Nusantara.
Banyak arkeolog meneliti kehidupan masa lampau di Jawa kuno dan Nusantara dengan mencermati dan
merujuk ukiran relief Borobudur. Bentuk rumah panggung, lumbung, istana dan candi, bentuk perhiasan,
busana serta persenjataan, aneka tumbuhan dan margasatwa, serta alat transportasi, dicermati oleh para
peneliti.
Salah satunya adalah relief terkenal yang menggambarkan Kapal Borobudur.Kapal kayu bercadik khas
Nusantara ini menunjukkan kebudayaan bahari purbakala. Replika bahtera yang dibuat berdasarkan relief
Borobudur tersimpan di Museum Samudra Raksa yang terletak di sebelah utara Borobudur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar