6. 483 SM: Gautama Buddha meninggal dunia ('mencapai parinibbana') di Kusinara (sekarang
dikenal sebagai Kushinagar), India. Tiga bulan setelah kematiannya, Sidang Agung Pertama
diadakan.
7. 383 SM: Sidang Agung Kedua diadakan oleh Raja Kalasoka di Vaisali.
8. 250 SM: Sidang Agung Ketiga, diadakan oleh Ashoka yang Agung dan didampingi oleh
Moggaliputta Tissa, menyusun Kathavatthu untuk menyanggah pandangan-pandangan dan
teori-teori sesat yang dianut oleh beberapa sekte Buddhis. Raja Asoka mengeluarkan sejumlah
maklumat (Maklumat Asoka) mengenai kerajaan untuk mendukung agama Buddha.
9. 250 SM: Raja Asoka yang Agung mengirimkan beragam misionaris Buddhis ke negara-negara
jauh, sejauh Cina dan Mon dan kerajaan Melayu di timur dan kerajaan-kerajaan Helenistik di
Barat, guna memperkenalkan agama Buddha.
10. 250 SM: Contoh pertama naskah Kharoṣṭhī yang telah dikembangkan penuh dimulai pada
periode ini (catatan Aśoka di Shāhbāzgaṛhī dan Mānsehrā, sebuah wilayah barat laut anak benua
India).
11. Abad ke-3 SM: Pedagang-pedagang India secara teratur mengunjungi pelabuhan di Arabia,
menjelaskan luasnya pemakaian nama tempat di wilayah itu dengan asal usul India atau Buddhis;
contoh bahar (dari bahasa Sanskerta vihara, sebuah kuil Buddhis). Para biarawan Buddhis utusan
Asoka membawa ajaran agama Buddha ke Suwannaphum, yang lokasinya masih diperselisihkan.
Dipavamsa dan orang Mon percaya bahwa tempat itu merupakan pemukiman bahari di tempat
yang dikenal sekarang dengan nama Birma.
12. 220 SM: Buddhisme Theravada secara resmi diperkenalkan di Sri Lanka oleh Yang Mulia
Mahinda, anak raja Ashoka dari India pada masa kekuasaan Raja Devanampiya Tissa.
13. 185 SM: Jenderal Brahmana Pusyamitra Sunga menggulingkan Dinasti Maurya dan mendirikan
Dinasti Sunga, dan tampaknya memulai gelombang penganiayaan terhadap agama Buddha.
14. 180 SM: Raja Yunani-Baktria Demetrius menyerang India hingga Pataliputra dan mendirikan
kerajaan Indo-Yunani (180–10 SM); pada masa ini agama Buddha berkembang.
15. 150 SM: Raja Indo-Yunani Menander I memeluk agama Buddha dibimbing oleh seorang
bijaksana bernama Nāgasena, menurut laporan Milinda Panha.
16. 120 SM: Kaisar Cina Han Wudi (156–87 SM) menerima dua patung emas Buddha, menurut
prasasti-prasasti di Gua Mogao, Dunhuang.
17. 29 SM: Menurut catatan sejarah Srilanka, Kanon bahasa Pali ditulis pada masa pemerintahan
Raja Vaṭṭagamiṇi (29–17 SM)
18. Abad ke-1 SM: Gubernur Indo-Yunani Theodorus menyemayamkan relikui sang Buddha,
mendedikasikannya kepada "Yang Mulia Shakyamuni" yang didewakan.
19. Tahun 2 M ke ibukota Cina, yang memberikan pengajaran lisan akan sutra-sutra agama Buddha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar