Rabu, 05 Oktober 2016

Hal 3 Benarkah Borobudur candi Buddha

untuk menyempurnakan usaha mereka sebab-sebab azab dan hukuman, dan ini merupakan modal semua
kebaikan dan kehidupan di dunia.
Dalam konteks Sulaiman dan Saba,Yang di maksud tidak beriman kepada akhirat adalah Kaum
Saba,kesibukan mereka dan ketekunannya dalam perbuatan buruk terjadi secara berulang-ulang dan
berkesinambungan tanpa mempedulikan aneka kemadaratan dan siksa yang diakibatkan olehnya.mereka
terombang-ambing dalam suatu urusan karena kebingungan.
Perbuatan yg di anggap indah bagi mereka adalah semua perbuatan yg hanya berdasarkan pemahaman
dan pola fikir manusia yg ada pada masa itu,yaitu penyembahan terhadap matahari dan pemahaman
tentang perbuatan mereka yang menganggap tidak ada pembalasan akibat dari semua perbuatan nya.
Kaum saba tidak mempercayai adanya kebangkitan setelah kematian,tidak mempercayai adanya hari
akhirat hari pengadilan dan pembalasan surga dan neraka.
Perbuatan mereka tidak mempercayai ada nya Alloh swt yang maha tunggal dan hari kebangkitan setelah
kematian dengan praktika praktika peribadahan mereka yang berkolaborasi dengan Jin dan Setan,yg di
lakukan secara bersama telah di anggap nya benar ditambah lagi peran setan yg menguasai dan membuat
perbuatan itu adalah indah bagi kaum saba.
Kolaborasi dengan Jin juga dengan mahluk pra Adam yang masih tersisa di muka bumi saat
itu,perbuatan indah yg seperti apa yg di lakukan kaum saba dan setan pada
saat akan di jelaskan kemudian. hakikat ke manusiaan yang sebenarnya
sudah hilang dari mereka, sehingga yang batil mereka lihat sebagai
kebenaran dan kebenaran mereka lihat sebagai kebatilan.
Perbuatan jahat ditampakkan indah kepada orang yang melakukannya oleh
setan, sedangkan Alloh memuji perbuatan baik. sesungguhnya mereka
adalah orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, yakni tidak
membenarkan kebangkitan setelah kematian.itulah pemahaman pada masa
Saba.
Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka
yang buruk dengan menjadikannya digandrungi naluri dan disukai
nafsu.maka mereka kebingungan, bimbang, dan terombang-ambing.
Karena kesibukan mereka dan ketekunannya dalam perbuatan buruk terjadi secara berulang-ulang dan
berkesinambungan tanpa mempedulikan aneka kemadaratan dan siksa yang diakibatkan
Yang pada masa Saba terjadi Bencana yang ber ulang ulang sebelum masa Sulaiaman,dan mengakui
keberadaan Alloh setelah kepada Saba di perlihatkan Kemampuan dan kelebihan yang melebihi ,apa yang
di punyai peradaban Saba.
Dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi,yaitu tidak ada yang lebih rugi dari diri
mereka sendiri dan harta-harta mereka di antara manusia yang ada di padang mahsyar kelak.Mereka
menjadi manusia yang paling rugi karena membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka mereka tidak meraih
surga dengan segala kenikmatannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar