Migrasi Deutero Melayu menurut Naskah Wangsakerta
Setelah selama ribuan tahun Bangsa Proto Melayu mendiami Nusantara. Pada sekitar tahun 300 SM,
datang bangsa pendatang, yang dikemudian hari dikenal dengan nama Deutero Melayu. Teori Migrasi
Deutero Melayu, ternyata bukan berasal dari Sejarawan Barat (Belanda), seperti NJ. Krom, Eugene
Dubois, JG. de Casparis dan sebagainya, melainkan berasal dari seorang sejarawan Nusantara, yang
bernama Pangeran Wangsakerta, beliau diperkirakan hidup pada pertengahan abad ke-17M.
Melalui Naskah Wangsakerta, beliau menuturkan Silsilah Aki Tirem (Sesepuh masyarakat Salakanagara,
pada abad 1 Masehi), sebagai berikut:
―Aki Tirem putera Ki Srengga putera Nyai Sariti Warawiri puteri Sang Aki Bajulpakel putera Aki
Dungkul putera Ki Pawang Sawer putera Datuk Pawang Marga putera Ki Bagang putera Datuk Waling
putera Datuk Banda putera Nesan‖
Selanjutnya ia menulis, leluhur Aki Tirem bernama Aki Bajulpakel berdiam di Swarnabumi (Sumatera)
bagian Selatan, kemudian Datuk Pawang Marga berdiam di Swarnabumi bagian Utara dan Datuk Banda
berdiam di Langkasungka India.
Dari penelusuran Genealogy di atas, nampak jelas bahwa jalur migrasi bangsa Deutero Melayu, adalah
bermula dari tanah India, lalu memasuki Nusantara melalui Swarnabumi (Sumatera) dan kemudian
menuju ke pulau Jawa (Sumber : Teori Antropologi ―Migrasi Deutero Melayu‖, ditemukan Panembahan
Tohpati, Sejarawan Nusantara abad ke-17M).
Keragaman leluhur penduduk Nusantara, semakin diperkaya dengan kehadiran keturunan Nabi Ibrahim
AS, dari Dinasti Pallawa yang dikenal sebagai Dewawarman I (Sumber: genealogy-dinasti-majapahit). Di
kemudian hari Dewawarman I menjadi penguasa di Salakanagara, dan menikah dengan anak Aki Tirem
yang bernama Pohaci Larasati.
Berikut silsilah dari Raden Wijaya (Pendiri Majapahit): Raden Wijaya bin, Rakeyan Jayadarma bin,
Prabu Guru Darmasiksa bin, Darma Kusuma bin, Rakeyan Jayagiri bin, Lalang Bumi bin, Darmaraja bin,
(puteri Kahuripan) binti, Dharmawangsa Teguh bin, Sri Makuta Wangsa Wardhana bin, Sri Isyana
Tunggawijaya bin, Mpu Sindok bin, (putera Mpu Daksa) bin, Mpu Daksa bin, Rakai Watuhumalang bin,
Pramodawardani binti, Samaratungga bin, Samaragwira bin, Rakai Panangkaran bin, Sanjaya bin, Brata
Senawa bin, (Prabu Galuh II) bin, Wretikandayun bin, (cicit Suryawarman) bin, (cucu Suryawarman) bin,
(puteri Suryawarman) binti, Suryawarman bin, Candrawarman bin, Indrawarman bin, Wisnuwarman bin,
Purnawarman bin, Dharmayawarman bin, Dewi Minawati (suaminya Dewi Minawati, bernama
Jayasingawarman, pendiri kerajaan Tarumanagara) binti, Sphatikarnawa Warmandewi binti,
Dewawarman VII bin, Dewawarman VI bin, Mahisasura Mardini Warmandewi binti, Dewi Tirta
Lengkara binti, Dewawarman III bin, Dewawarman II bin.
Dewawarman I (menikah dengan puteri Pohaci Larasati binti Aki Tirem bin Ki Srengga bin Nyai Sariti
Warawiri binti Sang Aki Bajulpakel bin Aki Dungkul bin Ki Pawang Sawer bin Datuk Pawang Marga bin
Ki Bagang bin Datuk Waling bin Datuk Banda bin Nesan).
Berdasarkan penelitian sejarah, pendiri kerajaan Salakanagara (Dewawarman I) yang merupakan leluhur
raja Majapahit berasal dari Dinasti Pallawa (Pallava) di India. Beliau datang ke Jawa Dwipa (pulau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar