Minggu, 02 Oktober 2016

Hal 132

Candi Pembakaran dan sumur suci ,Terbuat dari batu andesit berukuran panjang 22,60 m, lebar 22,30
m dan tinggi 3,82 m. Sebutan ini didasarkan pada penemuan abu yang terdapat di sumuran candi sehingga
orang-orang beranggapan bahwa bangunan ini pada masa lampau menjadi tempat pembakaran atau
penyimpanan abu jenazah raja. Setelah diteliti lebih seksama, abu tersebut adalah sisa pembakaran kayu
dan tidak ada indikasi sebagai sisa pembakaran tulang.
Sumur berukuran 2,30 m x 1,80 m, kedalaman air pada musim kemarau sekitar 2 m sedangkan kedalaman
sumur sekitar 5 m dari muka tanah. Dahulu air dari sumur ini digunakan dalam kegiatan upacara
keagamaan di candi pembakaran. Sebuah candi harus dibangun pada tempat yang ada sumber airnya, dan
jika tidak ada maka dibuat tempat penyimpanan air.
Candi Prambanan ,Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang adalah kompleks candi terbesar di
Indonesia. Menurut versi Hindu Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu
Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan
Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli
kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna
'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini
bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan
bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.
Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan
kecamatan Prambanan, Klaten,kurang lebih 17 kilometer timur laut
Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer
selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan
Daerah Istimewa Yogyakarta.Letaknya sangat unik, Candi Prambanan
terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman,
sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah
adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.
Candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi￾candi yang lebih kecil.
Etimologi ,Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan
perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman
Agung" yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang
kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu.
Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu
dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari
akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas.
Nama asli kompleks candi ini adalah nama dari Bahasa Sansekerta; Siwagrha (Rumah Siwa) atau
Siwalaya (Alam Siwa), Trimurti dimuliakan dalam kompleks candi ini dengan tiga candi utamanya
memuliakan Brahma, Siwa, dan Wisnu. Akan tetapi Siwa Mahadewa yang menempati ruang utama di
candi Siwa adalah dewa yang paling dimuliakan dalam kompleks candi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar